Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Kostum Miss Kanada di Ajang Miss Universe Jadi Lelucon Dunia

Written By wartini cantika on Sabtu, 24 Januari 2015 | 12.47

TRIBUNPEKANBARU.COM - Saat kostum nasional negara-negara lain membawa decak kagum atau respons yang normal, agaknya kostum nasional Kanada menjadi lelucon dan bahan ejekan di beberapa media dunia.

Miss Kanada yang diwakili oleh Chanel Beckenlehner dalam ajang Miss Universe 2015 terlihat tampil menggenakan kostum nasional bertema olahraga hockey pada kompetisi Kostum Nasional Miss Universe 2015, yang diselenggarakan di Florida International University, Miami, Amerika Serikat, Kamis (22/1/2015).

Media Sport Illustrated pada situs www.si.com membuat judul "Miss Canada hockey tribute costume horrifies universe at pegeant" yang berarti: kostum bertema olahraga hockey Miss Kanada membuat takut dunia dalam kompetisi kecantikan.

New York Daily News dalam situs www.nydailynews.com mengatakan bahwa kostum Miss Kanada ini layaknya kostum Lady Gaga yang dikolaborasikan dengan kostum atlet hockey. Bahkan, media asal Kanada sendiri, Huffington Post Canada, bertanya-tanya mengenai kostum kontestan asal negaranya, dan membuat lelucon bahwa Beckenlehner perlu masuk kotak penalti selama dua menit karena kostumnya. Kotak penalti adalah kotak hukuman untuk atlet hockey, diasingkan sejenak akibat kesalahan yang dibuat saat bertanding.

Bukan hanya media dunia yang heboh akan kostum nasional Miss Kanada. Para pengguna media sosial Twitter pun turut berkicau soal kostum "ajaib" ini. Seorang pengguna bernama Siobhan Morris dalam akun @siomo mengatakan "OH DEAR GOD: Miss Canada at the Miss Universe pageant. SO MANY QUESTIONS," (YA TUHAN: Miss Kanada dalam ajang Miss Universe SUNGGUH MEMBINGUNGKAN).

Pengguna Twitter lainnya, Rick Porter @Zap2itRick, membuat lelucon bernada sarkasme. "I say this without having seen the other Miss Universe national costumes, but Miss Canada wins." (Saya mengatakan hal ini tanpa perlu melihat kostum nasional yang dikenakan Miss Universe lain, tetapi Miss Kanada sudah pasti menang).

Semua orang bertanya-tanya, apakah yang terlintas di benak desainer kostum nasional Miss Kanada saat merancang kostum nasional yang terdiri dari gaun model abad ke-18, lengkap dengan rok mini, sepatu tinggi bertali, rambut palsu putih berjaring, mahkota berbentuk piala kejuaraan, 10 tongkat olahraga hockey, dan yang paling menghebohkan, papan nilai di atas kepalanya. (kompas.com)


12.47 | 0 komentar | Read More

Tukang Ojek Temukan Jasad Nenek 70 Tahun Di Balik Semak

TRIBUNPEKANBARU.COM, AMBON - Seorang nenek berusia 70 tahun yang diketahui bernama Eti Tahapary ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa di semak belukar di Kampung Laruka Kusu-Kusu Sare, Kecamatan Nusaniwe, Ambon.

Korban ditemukan oleh seorang tukang ojek bernama Abdon (20), Jumat (23/1/2015) sekitar pukul 17.30 Wit. Saat ditemukan, jenazah nenek tersebut dalam posisi terbaring sambil tertutup rerumputan dan daun mayang.

Diduga, nenek tersebut telah meninggal beberapa hari lalu karena dari jenazah korban telah tercium aroma tidak sedap. Abdon menemukan nenek yang juga warga Kusu-Kusu Sare ini saat sedang membersihkan halaman sekitar rumahnya. Saat itu, dia lalu mencium bau busuk yang sangat menyengat, karena penasaran dia lalu mencari sumber bau tersebut.

Setibanya di belakang pohon mayang, tukang ojek itu kaget bukan kepalang karena ternyata ada sesosok mayat wanita terbaring kaku. Tukang ojek itu lalu memberitahukan kepada dua temannya dan warga lainnya setelah itu mereka lalu melaporkan penemuan itu ke polisi.

Atas laporan tersebut, polisi langsung menuju tempat kejadian perkara dan langsung melakukan olah TKP. Kasus penemuan jenazah korban yang juga warga setempat itu sempat menghebohkan warga sekitar.

Kepala Satuan Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKP Theodorus Priyo Santosa yang dikonfirmasi Kompas.com membenarkan adanya penemuan jenazah nenek tersebut. Menurutnya untuk memmastikan penyebab kematian korban, jenazah langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk diotopsi.

"Iya benar, jenazah sudah otopsi," ujarnya melalui pesan singkat. (kompas.com)


12.47 | 0 komentar | Read More

Hari Ini KPK Dijaga Satu Kompi Aparat

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Setelah Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mendapat penangguhan penahanan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nampak di jaga ketat aparat kepolisian, Sabtu (24/1/2015) pagi.

Sedikitnya 100 personil kepolisian dari satuan Sabhara, Polda Metro Jaya.

Pantauan Tribunnews di lokasi, ratusan aparat berseragam lengkap bersiaga di samping kanan halaman KPK. Mereka nampak berdiri sambil berbincang-bincang.

Sementara di depan gedung lembaga pemerintahan itu tak terlihat adanya aksivitas yang berarti. Tak juga da aksi massa *SaveKPK seperti pada Jumat (23/1). Meski begitu, sebuah kain warna hitam yang bertuliskan #SaveKPK masih terbentang di depan taman lembaga anti korupsi itu.

Pintu pagar masuk keluar samping gedung hanya di buka setengahnya.

"Kami semua satu kompi ada tiga ploton berjaga mengamankan (Gedung KPK). Kami sesuai perintah situasional. Siap sampai diperintahkan pulang,"
Danton Dalmas Ipda Elka kepada saat ditemui wartawan di lokasi.

Sebelumnya, sekitar pukul 01.15 WIB dini hari, Penahanan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangguhkan. Penangguhan BW ini terjadi setelah Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Pradja dan Zulkarnain menemui Wakapolri Komjen Badrodin Haiti.

Seperti diketahui Bambang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri, dengan tuduhan memerintahkan saksi memberikan keterangan palsu dalam persidangan sengketa Pilkada Kota Waringin Barat di Mahkamah Konstitusi. (tribunnews)


12.47 | 0 komentar | Read More

Polri: Silahkan Cek Rekaman Penangkapan Bambang Widjojanto

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie mempersilakan kepada publik yang mengkritisi proses penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh aparat kepolisian untuk melihat rekaman proses penangkapan itu.

"Mekanismenya tentu kita sama-sama mengawasinya melalui rekaman. Penyidik bilang merekam seluruh proses penangkapan itu. Dari situ kita lihat apakah itu proporsional, atau tidak beretika atau melanggar," ujar Ronny dalam diskusi Polemik yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2015).

Saat melakukan penangkapan, aparat kepolisian memborgol kedua tangan Bambang Widjojanto. Hal itu kemudian mendapat reaksi keras dari masyarakat. Mengenai peristiwa pemborgolan tersebut, Ronny menjelaskan hal itu sesuai pertimbangan penyidik yang melihat situasi berdasarkan standar operasi yang ada.

"Diborgol itu situasional, pertimbangan penyidik. Justru kalau mereka tidak sesuai SOP, mereka bisa salah. Kebijakan penangkapan itu perintah pimpinan penyidik," kata Ronny.

Apabila ada prosedur yang tidak dilakukan dalam peristiwa penangkapan Bambang Widjojanto, Ronny mengatakan persoalan tersebut bisa dibawa ke Pengadilan lewat praperadilan.

"Itu bisa digugat di praperadilan apabila ada penyimpangan," tutur Ronny. (tribunnews)


12.47 | 0 komentar | Read More

Foto: Aksi Dukungan Untuk KPK di Pekanbaru

TribunPekanbaru/DoddyVladimir

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi dan BEM UIR menggelar aksi di Bundaran Tugu Zapin, Pekanbaru, Sabtu (24/1/2015)

TribunPekanbaru/DoddyVladimir

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi dan BEM UIR menggelar aksi di Bundaran Tugu Zapin, Pekanbaru, Sabtu (24/1/2015)

TribunPekanbaru/DoddyVladimir

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi dan BEM UIR menggelar aksi di Bundaran Tugu Zapin, Pekanbaru, Sabtu (24/1/2015)

TribunPekanbaru/Doddy Vladimir

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi dan BEM UIR menggelar aksi di Bundaran Tugu Zapin, Pekanbaru, Sabtu (24/1/2015)

Laporan: Doddy Vladimir

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -  Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi dan BEM UIR menggelar aksi di Bundaran Tugu Zapin, Pekanbaru, Sabtu (24/1/2015). Dukungan terus mengalir kepada Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut pasca ditangkapnya Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Mabes Polri. Ada 4 tuntutan yang mereka sampaikan dalam aksi, diantaranya menuntut Mabes Polri mengeluarkan SP3 terhadap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto karena dinilai melakukan penangkapan secara sewenang-wenang. (*)


12.47 | 0 komentar | Read More

Survei Menyatakan bahwa Wanita Lebih Percaya Tuhan ketimbang Pria

Written By wartini cantika on Jumat, 23 Januari 2015 | 12.47

TRIBUNPEKANBARU.COM - Apabila Anda memerhatikan tempat-tempat ibadah, jumlah jemaat pria maupun wanita sepertinya seimbang. Namun, pada kenyataannya, menurut sebuah penelitian yang dilakukan berdasarkan poling, ada perbedaan jender yang cukup signfikan dalam hal kepercayaan pada Tuhan dan kehidupan setelah kematian.

Survei yang dipublikasikan oleh UCL Institute of Education menemukan bahwa dua pertiga jumlah responden wanita lebih percaya pada Tuhan ketimbang responden pria. Di samping itu, dari partisipan yang berjumlah 9.000 dan berasal dari Inggris kelahiran tahun 1970-an, sebanyak 54 persen pria mengaku ateis atau agnostik, sedangkan 34 persen wanita mengaku beriman dan konsisten beribadah.

"Di kalangan para umat beragama, para wanita pun lebih nyata (tingkat kepercayaannya kepada Tuhan) dibandingkan pria. Adapun di antara orang-orang yang tak percaya Tuhan, pria pun lebih nyata dibandingkan wanita," ujar David Voas, profesor dari Insititute for Social and Economic Research, University of Essex, Swiss.

Voas pun menjelaskan bahwa pada beberapa responden, mereka yang menempatkan agama sebagai unsur penting dalam kehidupan ketika remaja biasanya akan menjadi cenderung tidak religius saat dewasa. Selain itu, pria tercatat dua kali lebih banyak yang mengatakan bahwa Tuhan tidak ada dibandingkan para wanita.

Survei ini pun melaporkan bahwa kepercayaan pada Tuhan dan percaya akan kehidupan setelah kematian tidak selalu berjalan berdampingan. "Seperempat dari mereka yang mengaku agnostik juga menyatakan mereka percaya adanya kehidupan setelah kematian. Namun, hampir sepertiga dari mereka yang mempercayai Tuhan tidak percaya tentang itu," jelas Voas. (Kompas.com).


12.47 | 0 komentar | Read More

ICW: Jokowi Punya Kontribusi Munculnya Kasus Bambang Widjojanto

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo diminta turun tangan menangani perseteruan kembali antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri. Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch, Ade Irawan menganggap Jokowi ikut menjadi penyebab dari kekisruhan antardua lembaga tersebut.

Ade menjelaskan, penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Polri merupakan buntut dari langkah KPK menjerat Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka. Karena status tersangka itu, pelantikan Budi sebagai kepala Polri ditunda oleh Presiden Jokowi.

"Presiden punya kontribusi mengapa kasus ini muncul. Presiden yang melemparkan bola panas ke KPK," kata Ade, saat dihubungi, Jumat (23/1/2015).

Ade melanjutkan, tidak ada alasan bagi Jokowi saat ini untuk tidak terlibat dalam menengahi perseteruan KPK dan Polri. Presiden, kata Ade, bertanggungjawab pada soliditas dan efektivitas lembaga penegak hukum dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Presiden tidak boleh berpangku tangan, Presiden harus ikut menjaga agar penanganan kasus korupsi terus berjalan baik," ujarnya. (kompas.com)


12.47 | 0 komentar | Read More

Pekanbaru 'Dikepung' Lubang Galian Kabel, Ini Respon DPRD

Tribun Pekanbaru/ Theo Rizky

BERBAHAYA - Lubang untuk jalur kabel milik sebuah perusahaan telekomunikasi dibiarkan menganga di median jalan, Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, depan Pasar Pagi Arengka, Selasa (20/1/2015). Kondisi yang sudah berlangsung lama tersebut tentu saja membahayakan warga yang melewati jalan tersebut, terutama pada malam hari. 

Laporan: Syafruddin

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru tengah dikepung oleh lubang dari proyek galian kabel bawah tanah. Kondisi ini banyak dikeluhkan masyarakat. Apalagi akibat galian tersebut, lubang bekas galian tidak ditimbun seperti semula lagi sehingga membahayakan masyarakat pengguna jalan.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sondia Warman SH kepada tribunpekanbaru.com Jumat (23/1/2015) menjelaskan, masyarakat bisa menyampaikan keberatan kepada pihak yang melakukan galian tersebut. Apalagi sudah terjadi kecelakaan dan potensi bahaya.

"Warga harus berani komplain. Buat surat tertulis ke pihak yang bersangkutan. Dinas Bina Marga juga selaku penanggung jawab jalan, bisa mengajukan komplain, jika bekas galian itu tidak seperti semula lagi," paparnya.

Seperti diketahui, di beberapa titik di Kota Pekanbaru, PLN Area Pekanbaru melakukan penggalian kabel bawah tanah. Manajer PLN Area Pekanbaru Agustian dalam rilisnya menjelaskan pihaknya tengah melakukan pekerjaan pembangunan saluran kabel tegangan menengah bawah tanah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggan. (*)

Mengapa galian itu seperti sengaja dibiarkan? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru


12.47 | 0 komentar | Read More

Ujian Nasional Tak Satu-satunya Tolak Ukur Mutu Pendidikan Indonesia

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, berencana mengubah penerapan Ujian Nasional (UN) yang mulai berlaku diterapkan di seluruh Indonesia. Hal dilakukan setelah adanya evaluasi terkait cara penilaian mutu pendidikan melalui penerapan UN.

"Konteksnya yaitu kementerian menyadari bahwa kita tidak bisa menilai kinerja mutu layanan pendidikan semata-mata menggunakan satu indikator. Jadi kita memiliki delapan standar pendidikan dan Ujian Nasional adalah salah satu dari indikator itu," kata Anies saat jumpa pers saat Pelaksanaan Ujian Nasional 2015, di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat, (23/1/2015).

Adapun indikator lain yaitu standar isi, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan pendidikan, dan penilaian pendidikan. Kebijakan perubahan ini menurut mantan Rektor Universitas Paramadina itu karena UN bukan ukuran standar kelulusan murid untuk meningkatkan mutu pendidikan.

"Tujuan perubahan UN adalah membentuk generasi pembelajar yang berintegritas. Sekolah dan guru mengemban tugas untuk mengarahkan potensi siswa secara lebih baik. Sekolah menentukan kelulusan berdasarkan keseluruhan mata pelajaran termasuk karakter. Sedangkan UN sebagai alat ukur pemetaan, hanya melakukan ujian berdasarkan beberapa mata pelajaran. Dengan demikian UN tidak hanya menjadi tolak ukur penentuan siswa," kata penggagas program 'Indonesia Mengajar' itu.

Anies menuturkan, aktor pendidikan harus mengalami penguatan. Evaluasi hasil belajar murid, kata dia, juga harus menggunakan indikator lainnya untuk menilai kinerja pendidikan.

Anies menggarisbawahi hal tersebut merupakan suatu semangat untuk kembali ke Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Dalam pasal 57 ayat 2 dan 61 ayat 1 disebutkan evaluasi hasil belajar dan kelulusan siswa dilakukan oleh guru dan sekolah.

Dalam sistem itu juga disebutkan alat evaluasi mutu pendidikan yang harus diliat sebagai satu ekosistem yang utuh. Anies menambahkan, siswa berhak untuk mengetahui capaian prestasi siswa tetapi pemerintah juga harus memenuhi hak itu.

"Standar kelulusan adalah bagian dari memenuhi hak peserta didik. Kita akan konsentrasi kepada semua komponen itu,"kata Anies. (kompas.com)


12.47 | 0 komentar | Read More

Robert Pires Selalu Senang Indonesia

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA – Ini bukan kunjungan kedua mantan gelandang Arsenal, Robert Pires, ke Jakarta. Bagi Pires, Indonesia selalu mampu membuat dia senang.

Ini disampaikan oleh Pires saat jumpa pers di Kota Kasablanka, Jumat (23/1/2015). Kali ini Pires berkunjung ke Jakarta untuk berpartisipasi pada Arsenal Football Marathon di International Sport Club of Indonesia, Sabtu (24/1/2015). Ini merupakan kunjungan kedua Pires ke Jakarta setelah sebelumnya pada 2013 untuk mempromosikan tur pramusim Arsenal ke Jakarta.

"Saya selalu mendapat dukungan besar dari penggemar Arsenal dan saya tahu bahwa klub mendapatkan dukungan besar di Indonesia," ungkap Pires.

Melalui Arsenal Football Marathon, The Gunners mengajak semua penggemar sepak bola di seluruh Indonesia bermain sepak bola secara terus-terusan. Robert Pires, akan ambil bagian pada kegiatan ini. Pria asal Perancis itu akan bermain sepak bola bersama penggemar.

"Arsenal selalu tahu caranya mengumpulkan orang-orang untuk berkumpul dan saya benar-benar menantikan kesempatan untuk bertemu dan bermain dengan para penggemar, terutama orang-orang muda dari Save the Children," imbuh Pires.

Bekerjasama dengan sponsor mereka, Puma, Arsenal akan mendonasikan satu bola dari setiap peserta Arsenal Football Marathon. Donasi ini disampaikan melalui International Save the Children. Anak-anak yang tergabung dalam Save the Children di Bandung yang disponspori The Arsenal Foundation akan turut serta pada kegiatan ini. (Tribunnews).


12.47 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger