Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

AS Nyaris Jadi Korban Penculikan Dengan Cara Ditutup Karung

Written By wartini cantika on Rabu, 20 Agustus 2014 | 12.47

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com: Rino Syahril

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kasus penculikan terhadap anak dibawah umur saat ini marak terjadi di Pekanbaru. Kasus Penculikan terjadi Senin (18/8) sekitar pukul 09.00 di Jalan Harapan Murni, Tangkerang Timur, Tenayan Raya dengan korban AS (9).

Saat itu AS, sedang jalan kaki di Jalan Harapan Murni, lalu datang laki-laki tak dikenal menghampiri korban dan langsung menutup kepala korban dengan karung. Beruntung saat itu melintas pengendara dan melarang serta mencegah penculikan itu sambil berteriak.

Teriakan pengendara itu didengar warga sekitar dan warga langsung mengejar dan mengamankan pelaku. Selanjutnya dilaporkan ke kantor polisi. Mendapat laporan itu petugas dengan cepat ke lokasi dan mengamankan pelaku.(*)


12.47 | 0 komentar | Read More

Polisi Sita Shabu Seharga Rp 25 Juta dari Afrianto

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com:Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penangkapan tersangka narkoba terus dilakukan Polda Riau dan jajarannya. Hal itu dibuktikan, Senin (18/8) sekitar pukul 23.00, Tim Opsnal Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau berhasil tangkap pengedar narkoba Afrianto(22) warga Jalan Riau Gang karyabakti, Air Hitam, Payung Sekaki di Jalan Kartama, Marpoyan Damai.

Saat dilakukan penggeledahan petugas berhasil menyita narkoba jenis shabu-shabu seharga Rp 25 juta.

Tersangka dan barang bukti kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK kepada wartawan, Rabu (20/8), sudah diamankan di kantor Ditresnarkoba untuk penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Dijelaskan Guntur, penangkapan tersangka berkat informasi masyarakat yang masuk ke Polda Riau. "Dari informasi itu dilakukan penyelidikan, setelah mendapatkan bukti yang akurat dilakukan penggerebekan dan penangkapan," ujar Guntur.

Ketika digerebek tambah Guntur, tersangka tidak melakukan perlawanan. "Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan berhasil kita temukan shabu-shabu seharga Rp 25 juta dari tangan tersangka. Hari itu juga tersangka digiring ke Mapolda untuk diperiksa dan hasilnya tersangka mengaku mengambil shabu-shabu itu dari seseorang," ungkap Guntur.

Atas ulahnya itu tegas Guntur, tersangka dijerat dengan pasal 112 junto pasal 114 UU No 35 Tahun 2009 tentang pemberantasan narkotika dan tersangka terancam hukuman minimal 4 tahun penjara.

Sementara itu beberapa hari sebelumnya, Tim Opsnal Satuan Resnarkoba Polresta Pekanbaru juga berhasil menangkap tersangka narkoba jenis daun ganja. Tersangka Feri ditangkap, Kamis (14/8) di Jalan Sidomulyo, Pekanbaru.

"Ketika digeledah berhasil diamankan satu paket duan ganja dari tangan Feri," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo.

Dalam pemeriksaan kata Guntur, tersangka Feri mengaku daun ganja itu ia beli dari tersangka inisial Minute dan tersangka Mn saat ini masih diburu. "Mn sudah dimasukan dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi," ucap Guntur. b


12.47 | 0 komentar | Read More

Tersangka DD Mengaku Diancam Oleh Tersangka MD

Laporan wartawan tribunpekanbaru.com : David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ungkapan rasa penyesalan diungkapkan oleh tersangka Dita Desmala Sari atau DD (19), atas keterlibatannya dalam kasus pembunuhan dan mutilasi itu. Dengan langkah gontai, tersangka Dita digiring kembali keruang tahanan Mapolres Siak, usai melakukan rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi yang diotaki oleh tersangka Delvi atau MD, mantan suaminya.

"Saya menyesal sekali,"ungkap tersangka Dita singkat kepada tribun, pada Selasa (19/8) kemarin.

Berkaitan dengan keterlibatannya dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi itu, tersangka Dita mengaku dipaksa dan diancam oleh tersangka MD, yang menjadi suaminya pada waktu itu.

"Saya diancam akan dibunuh oleh Delvi, sama seperti korbannya itu bila saya menolak ajakkannya,"ungkap Delvi seraya berlalu.(*)


12.47 | 0 komentar | Read More

Anderson Tanoto Gelar Pertemuan dengan Penerima Beasiswa TSG

humas RAPP

Anderson Tanoto sedang menjelaskan sejarah berdirinya PT RAPP dengan para siswa penerima beasiswa Tanoto Foundation dalam kegiatan Tanoto Scholar Gathering (TSG) 2014, 19-22 Agustus 2014, di Pangkalan Kerinci, Pelalawan. 

Foto dikirim oleh: Humas RAPP

TRIBUNPEKANBARU.COM- Anderson Tanoto sedang menjelaskan sejarah berdirinya PT RAPP dengan para siswa penerima beasiswa Tanoto Foundation dalam kegiatan Tanoto Scholar Gathering (TSG) 2014, 19-22 Agustus 2014, di Pangkalan Kerinci, Pelalawan.


12.47 | 0 komentar | Read More

Syarifuddin Tahu Anaknya Jadi Korban Penculikan Setelah Dirawat

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Kasus penculikan terhadap anak dibawah umur saat ini marak terjadi di Pekanbaru. Senin (18/8) dengan korban DN (16) warga Jalan Rawa Wiri, Tangkerang Labuai, Bukit Raya, Pekanbaru. Saat itu orangtua DN (korban) Syarifuddin (orangtua korban) sekitar pukul 16.30 mendapat kabar anaknya DN  dirawat di RSUD Arifin Ahmad, kerena telah menjadi korban penculikan oleh orang tak dikenal (OTK) dan dianiaya.

Mendapat kabar buruk itu Syarifuddin bergegas ke RSUD untuk mengecek kebenarannya. Alangkah terkejutnya Syarifuddin ternyata anaknya memang benar telah menjadi korban penculikan dan penganiayaan. Tidak terima Syarifuddin melaporkan peristiwa penculikan dan penganiayaan itu ke kantor polisi.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (20/8) membenarkan ada dua laporan penculikan anak dibawah umur itu masuk kepihaknya secara tertulis dari jajaran Polresta Pekanbaru. "Kedua laporan itu masih dalam penyelidikan pihak reskrim jajaran Polresta Pekanbaru," ujar Guntur. (


12.47 | 0 komentar | Read More

Pemindahan SDN 19 Pekanbaru, Harus Ada Studi Kelayakan

Written By wartini cantika on Selasa, 19 Agustus 2014 | 12.47

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com: Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Rencana Pemko Pekanbaru akan mengalihfungsikan SDN 19 Jalan Teratai Ujung Pekanbaru, mendapat tanggapan dari Komisi III DPRD Pekanbaru, yang membidangi pendidikan. Di satu sisi, dewan dukung pemindahan para siswa didik. Namun di sisi lainnya, ada hal yang perlu dipikirkan pemerintah.

Terutama soal kepastian dan tanggung jawab pemerintah, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Belum masalah eksistensi sekolah. Karena kondisi ini, anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Darnil SH meminta, agar pemindahan SDN 19 harus melalui kajian dan studi kelayakan.

"Kalau soal dukung, kita dukung lah. Tapi itu tadi, kita minta ada studi kelayakannya lah," kata Darnil, Selasa (19/8). Sebelumnya, Walikota Firdaus berencana memindahkan para siswa SDN 19, karena gedung sekolah akan dijadikan Pasar Senapelan. Jumlah siswa di sekolah tersebut 202 orang, akan dipindahkan ke tiga sekolah yang berada di satu kawasan. (*)


12.47 | 0 komentar | Read More

Ulva: Cincin Kawinpun Diminta Wabup Erianda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Ulva Dayani, korban dugaan kasus penganiayaan oleh Erianda, Wakil Bupati Rokan Hilir sekaligus anak Gubernur Riau Annas Maamun, mengaku tidak pernah menerima pembagian harta atas perceraiaannya, bahkan cincin kawinpun diminta.
           
"Waktu saya bercerai dengan Erianda beberapa tahun lalu, saya hanya dibagi harta gono-gini sebidang tanah yang tidak luas. Bahkan cincin kawinpun dimintanya. Padahal hanya sekitar dua emas," kata Ulva kepada pers di Pekanbaru, Senin sore.
           
Dia sebelumnya melaporkan mantan suaminya, Erianda, ke kepolisian atas kasus dugaan penganiayaan dan penutupan akses bertemu anak-anaknya setelah lama bercerai.
           
"Bahkan sekarang ini saja, saya menempati rumah yang berstatus kuo, dan bukan atas nama saya. Selalu saja ditagih oleh Erianda," katanya.
            
Ketika jumpa pers itu, Ulva didampingi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Wilayah Riau, Ester Yuliani Manurung.
            
"Ulva juga harus kehilangan hak asuh kedua anaknya yang sejak bertahun-tahun bersama mantan suaminya itu," kata Ester.
           
Padahal, kata dia, hasil sidang pada tahun 2011 terkait hak asuh anak, sebelumnya dibagi dua, di mana untuk anak yang paling besar ketika itu berumur 10 tahun, diasuh oleh Ulva sementara yang kecil ketika itu masih berusia satu tahun dua bulan diasuh oleh Erianda.
           
Hasil persidangan tersebut, kata dia, tidak ditaati oleh Erianda yang terbukti selama ini mengasuh kedua anak Ulva tersebut.
           
"Sebenarnya putusan sidang itu juga terkesan rancu, karena seharusnya, anak yang masih berusia kurang dari dua tahun diasuh oleh ibunya karena masih membutuhkan asi," kata dia.
           
Terkait kasus tersebut, lanjut Ester, patut disangkakan Erianda telah melanggar pasal 352 JUH Pidana dan atau pasal 77 Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindingan Anak.
           
"Dalam kasus perlindungan anak, sebenarnya tidak rumit. Ulva hanya minta haknya sebagai ibu untuk dapat menjenguk dan merawat anak-anaknya. Itu tidak dipenuhi oleh Erianda," katanya.
           
Sementara terkait kasus penganiayaan, kata dia, itu merupakan hak Ulva untuk melaporkananya tanpa ada turut campur Komnas Anak. (antara)


12.47 | 0 komentar | Read More

Muhammad Jadi Nama Terpopuler di Inggris

TRIBUNPEKANBARU.COM, LONDON- Muhammad, yang menjadi nama Nabi umat Islam, telah menjadi nama yang paling populer untuk bayi yang baru lahir di Inggris dan Wales pada tahun 2013.

Badan Statistik Nasional Inggris mengungkapkan bahwa kata Muhammad telah mengalahkan Oliver sebagai nama paling populer yang dipilih oleh orang tua selama 2013, Daily Mail melaporkan.

Meskipun hasil yang diumumkan menempatkan Oliver di bagian atas daftar dengan 6.949 kali, statistik menempatkan variasi kata Muhammad dalam entri yang berbeda sebagai yang pertama dalam daftar.

Ini berarti bahwa nama 'Muhammad' yang berada di urutan 15 dipakai 3.499 anak-anak, kemudian 'Mohammed' di urutan 23 dipakai 2.887 anak, serta 'Mohammad' di urutan 57 dipakai 1.059 anak.

Dari tiga ejaan yang berbeda saja, nama Muhammad telah dipakai 7.445 anak yang tentu saja mengalahkan Oliver sebagai nama yang paling populer.

Perkiraan menunjukkan bahwa nama muslim paling banyak ditemukan di daerah multi-budaya seperti London dan West Midlands. Sementara nama Oliver paling banyak ditemukan di Wales.

Inggris adalah rumah bagi minoritas muslim yang cukup besar, hampir 2,7 juta jiwa. Mereka kebanyak imigran dari India, Bangladesh dan Pakistan. Nama Muhammad telah semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2009, nama Nabi menjadi nama paling populer untuk bayi yang baru lahir di Inggris dan Wales. Mohamed menduduki posisi ketiga sebagai nama yang paling populer di Inggris pada 2008.(Dailymail)


12.47 | 0 komentar | Read More

Dewi Perssik Didaulat Jadi Qoriah Muktamar PKB

TRIBUNPEKANBARU.COM- Sisi lain Dewi Perssik akan segera terungkap. Jika selama ini dikenal dari sisi kontroversial, pedangdut yang akrab disapa Depe itu bakal didaulat menjadi Qoriah di Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Surabaya pada 30 Agustus-1 September mendatang.

Tentu bagi masyarakat, menjadi Qoriah memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Karena bukan hanya membaca Alquran secara benar, namun juga dituntut untuk menjadikannya merdu dan enak didengar dengan irama khas.

"Iya, dia direncanakan akan menjadi Qoriah. Akan mengaji dalam kesempatan muktamar mendatang. Nanti jika ada kesempatan, dia juga akan menyanyi," kata Abdul Qadir Karding, Ketua Steering Committee Muktamar PKB dikutip dari Dream.co.id.

PKB tidak mempermasalahkan latar belakang Depe di dunia entertainment. Mereka memberikan kesempatan kepada para artis, tak hanya Depe untuk memberikan yang terbaik.

"Mengaji ini kan sesuatu yang baik. Nggak ada salahnya kalau dia mengaji. Dia juga anak kyai, lulusan sekolah Islam juga. Untuk sesuatu yang baik, kenapa tidak. Kita memberikan kesempatan kepada dia," ujarnya.

Selain Depe ada beberapa artis yang menjadi partisipan dalam muktamar tersebut. Di antaranya adalah Rhoma Irama, Raisa, Rossa dan lainnya.

"Dalam muktamar ini kita membuka kepada semua golongan untuk kalangan profesional, termasuk artis. Kita tidak ingin dianggap sebagai basis partai Islam saja, tapi juga yang lainnya," ujar Karding.  (serambiummah)


12.47 | 0 komentar | Read More

Pemondokan Jemaah Calhaj Riau Terjauh Hanya 3 Kilometer

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com: Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Untuk tahun ini jemaah calon haji asal Provinsi Riau yang akan menjalankan ibadah di tanah suci Arab Saudi tidak terlalu jauh dari ka'bah. Ada tiga titik pemondokan jemaah calon haji Riau, yang terjauh 3 kilometer. Sedangkan pemondokan lainnya berada di jarak 300 hingga 400 meter.

"Kalau yang terjauh itu pemondokan haji Riau tahun ini hanya 3 kilometer, ada di daerah pemondokan Bahotmah, itu yang terjauh. Tapi tidak ada masalah karena transportasi lancar,"ujar Kepala Kanwil Kemenag Riau, Tarmizi Tohor kepada wartawan.

Adapun pemondokan calon jemaah haji asal Riau diantaranya, di Misfalah, Bahotmal dan beberapa pemondokan lainnya. Sistem pemilihan pemondokan ini dilakukan dengan cara pengundian setiap daerah.

"Kalau pemondokan tidak ada masalah, tahun ini tidak terlalu jauhlah, kebetulan kita di Riau dapat yang dekat,"jelas Tarmizi Tohor. (*)


12.47 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger