Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tenda Mewah Walikota Rp 2 Miliar, Kontraktor Tuding Mark Up

Written By wartini cantika on Jumat, 31 Oktober 2014 | 12.47

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengadaan tenda membran mewah seharga Rp 2 miliar di rumah dinas Walikota Pekanbaru, Firdaus MT dituding beraroma mark up alias penggelembungan harga. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Kontraktor Konstruksi Seluruh Indonesia (AKSI), Syakirman menilai nilai proyek tersebut terlalu mahal.

"Kita minta agar lembaga BPKP mengusut pengadaan tenda itu. Harganya sangat jauh dari kata transparan soal anggaran," kata Syakirman, Kamis (30/10/2014).

Menurutnya, dari sisi teknis pembangunan, tenda tersebut juga dinilai tak layak. Tenda yang didirikan saat tinggi, sehingga saat hujan air tempias akan masuk ke dalam.

"Kok malah setinggi itu dibangun. Sama saja fungsinya tidak sesuai dengan yang direncanakan," ujarnya.

Tidak adanya tindakan yang tegas terhadap penggunaan pembangunan tenda yang nilainya sangat besar tersebut, Syakirman justru mengkawatirkan korupsi akan merajalela.

"Harus diusut secara transparan. Nilainya yang sudah sangat besar. Sudah tidak sesuai dengan harga yang wajar," terangnya. (*)

Bagaimana hitung-hitung biaya tenda mewah tersebut? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak kelanjutan beritanya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Pages Facebook: Tribuners Pekanbaru Interaktif.


12.47 | 0 komentar | Read More

Foto Triandi Bimankalid: Foto Bareng Pejabat

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hingga ditutup pada Kamis (30/10/2014) pukul 24.00, panitia Lomba Foto Goro Sumpah Pemuda Tribun Pekanbaru, sudah menerima 30 buah foto yang dikirim Albert Bachtiar, Afrianto Silalahi, Fajar Arief Kurniawan, Rosita Sari dan Asep Dery, Sarimanto, Dessi Natalia Alamsyah, Alprado Manurung, Regina Reverly, Triandi Bimankalid dan Muhammad Rido.

Seperti diberitakan sebelumnya, objek foto diambil di seputar acara Goro Sumpah Pemuda Tribun Pekanbaru pada 28 Oktober 2014. Foto dikirim paling lambat 30 Oktober 2014 pukul 24.00 dengan cara sebagai berikut:

a. LIKE Pages Facebook: Tribun Pekanbaru
b. Upload foto di Beranda dengan format: #namapeserta#nomorhandphone#judulfoto
c. Kirim foto asli ke email: tribun_pekanbaru@yahoo.co.id dalam format JPG/JPEG

Informasi selengkapnya BACA DI SINI.

Berikut fotonya ditampilkan secara berurutan:
20. ‎Triandi Bimankalid: Foto Bareng Pejabat


12.47 | 0 komentar | Read More

Foto ‎Triandi Bimankalid: Senam Sehat Ala Pramuka 1

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hingga ditutup pada Kamis (30/10/2014) pukul 24.00, panitia Lomba Foto Goro Sumpah Pemuda Tribun Pekanbaru, sudah menerima 30 buah foto yang dikirim Albert Bachtiar, Afrianto Silalahi, Fajar Arief Kurniawan, Rosita Sari dan Asep Dery, Sarimanto, Dessi Natalia Alamsyah, Alprado Manurung, Regina Reverly, Triandi Bimankalid dan Muhammad Rido.

Seperti diberitakan sebelumnya, objek foto diambil di seputar acara Goro Sumpah Pemuda Tribun Pekanbaru pada 28 Oktober 2014. Foto dikirim paling lambat 30 Oktober 2014 pukul 24.00 dengan cara sebagai berikut:

a. LIKE Pages Facebook: Tribun Pekanbaru
b. Upload foto di Beranda dengan format: #namapeserta#nomorhandphone#judulfoto
c. Kirim foto asli ke email: tribun_pekanbaru@yahoo.co.id dalam format JPG/JPEG

Informasi selengkapnya BACA DI SINI.

Berikut fotonya ditampilkan secara berurutan:
21. ‎Triandi Bimankalid: Senam Sehat Ala Pramuka 1


12.47 | 0 komentar | Read More

Banding Ditolak, Vonis Bekas Dirut KITB Tetap 7 Tahun Penjara

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -  Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Riau menolak upaya hukum banding yang ditempuh bekas Direktur Utama (Dirut)PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) Siak, Syarifuddin Hadi. Dalam putusan yang dibacakan, Kamis (30/10/2014), majelis hakim menguatkan putusan sebelumnya yang dijatuhkan oleh PN Tipikor Pekanbaru.

"Putusannya baru kita terima tadi siang," kata Panitera Tipikor pada PN Pekanbaru, Hasan Basri SH.

Majelis hakim yang diketuai Parlindungan Napitupulu SH dengan hakim anggota Nelson Samosir SH dan KA Syukri SH. Dalam putusannya, PT Riau  menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Pekanbaru Nomor 24/Pid.Sus/Tipikor/2014/PN.PBR tanggal 14 Agustus 2014 lalu yang menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara ditambah denda sebesar Rp500 juta dengan subsider 6 bulan penjara kalau denda tidak dibayar kepada Syarifuddin.

"Terdakwa juga dinyatakan tetap berada dalam tahanan," ucap Hasan.

Menanggapi hal tersebut, terdakwa melalui Penasehat Hukumnya, Asep Ruhiat, menyatakan akan melakukan kroscek terhadap putusan tersebut.
"Karena kita belum menerima petikan putusannya, kita belum mengetahui apa yang menjadi pertimbangan PT Riau menguatkan putusan PengadilanTipikor Pekanbaru," ujar Asep. (*)

Apa tanggapan jaksa atas putusan banding tersebut? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak kelanjutan beritanya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Pages Facebook: Tribuners Pekanbaru Interaktif.


12.47 | 0 komentar | Read More

Foto ‎Triandi Bimankalid: Senam Sehat Ala Pramuka 2

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hingga ditutup pada Kamis (30/10/2014) pukul 24.00, panitia Lomba Foto Goro Sumpah Pemuda Tribun Pekanbaru, sudah menerima 30 buah foto yang dikirim Albert Bachtiar, Afrianto Silalahi, Fajar Arief Kurniawan, Rosita Sari dan Asep Dery, Sarimanto, Dessi Natalia Alamsyah, Alprado Manurung, Regina Reverly, Triandi Bimankalid dan Muhammad Rido.

Seperti diberitakan sebelumnya, objek foto diambil di seputar acara Goro Sumpah Pemuda Tribun Pekanbaru pada 28 Oktober 2014. Foto dikirim paling lambat 30 Oktober 2014 pukul 24.00 dengan cara sebagai berikut:

a. LIKE Pages Facebook: Tribun Pekanbaru
b. Upload foto di Beranda dengan format: #namapeserta#nomorhandphone#judulfoto
c. Kirim foto asli ke email: tribun_pekanbaru@yahoo.co.id dalam format JPG/JPEG

Informasi selengkapnya BACA DI SINI.

Berikut fotonya ditampilkan secara berurutan:
22. ‎Triandi Bimankalid: Senam Sehat Ala Pramuka 2


12.47 | 0 komentar | Read More

Uji Beban Jembatan Siak III Tinggal Wacana

Written By wartini cantika on Rabu, 29 Oktober 2014 | 12.47

Uji Beban Jembatan Siak III Tinggal Wacana

oto dikirim Ikhsan, warga Panam, Pekanbaru

Jembatan Siak III yang baru selesai dibangun, memperindah suasana sore di Pelita Pantai.

Laporan: Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kepastian dilakukannya uji beban jembatan Siak III makin tak jelas. Dinas  Bina Marga Provinsi Riau memastikan dalam waktu dekat belum bisa melakukan kegiatan tersebut. Alhasil, jembatan bernilai ratusan miliar yang dibangun saat Gubernur Riau dijabat Rusli Zainal belum bisa dimanfaatkan kembali.

Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Riau, Syafril Buchori  menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) perbaikan jembatan itu.

"Itu yang kita mau cek, nanti kita rapatkan terlebih dulu," ujar Syafril Buchori, Rabu (29/10/2014). (*)

Apa penyebab uji beban jembatan tersebut molor terus? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak kelanjutan beritanya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Pages Facebook: Tribuners Pekanbaru Interaktif.


12.47 | 0 komentar | Read More

Belum Puas Memakai, 20 Bekas Anggota DPRD Dumai Tahan Mobil Dinas

Laporan: Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Sebanyak lebih dari 20 bekas anggota DPRD Kota Dumai sampai saat ini belum juga mengembalikan mobil dinas milik Pemko Dumai. Padahal, mereka sudah tak lagi berstatus sebagai wakil rakyat sejak 2 bulan lalu.

Akibatnya, saat ini para anggota DPRD Dumai masa jabatan 20014-2019 belum mendapatkan fasilitas mobil dinas, termasuk Ketua DPRD Dumai Gusri Effendy.

Sekdako Dumai Said Mustafa mengatakan, hanya sekitar 4 bekas anggota Dewan yang baru mengembalikan mobil dinas. Dari 30 anggota Dewan laman, yang terpilih kembali hanya sebanyak  6 orang yang terpilih kembali.

"Artinya, 20 orang lagi masih menahan mobil dinas tersebut," kata Said, Rabu (29/10/2014).

Said berharap, Sekretaris DPRD Dumai bisa menyurati para mantan anggota Dewan tersebut.

"Tapi, sampai sekarang belum ada perkembangan," kata Said. (*)

Apa langkah lanjutan yang akan dilakukan terkait ditahannya mobil dinas tersebut? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak kelanjutan beritanya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Pages Facebook: Tribuners Pekanbaru Interaktif.


12.47 | 0 komentar | Read More

Tuding Bupati Kampar 'Kebal Hukum', LSM Demo di Kantor Gubri

Laporan: Nasuha

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ratusan orang yang mengatasnamakan massa dari LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) melakukan aksi demo di gerbang kantor Gubernur Riau, Rabu (29/10/2014). Massa dari gabungan masyarakat ini  menuntut proses hukum seadil-adilnya terhadap keluarga Jefry Noer Bupati Kampar. Pendemo menilai banyak kasus yang melibatkan Jefri Noer dan keluarganya tidak berjalan sesuai hukum.

"Kami meminta pak Gubernur mengawal proses hukum dan kawal masyarakat miskin. Masyarakat sudah dibuat menderita akibat kelakuan pejabat yang menghambur-hamburkan uang seperti Jefri Noer," ujar Sunardi, kordinator aksi.

Hingga berita ini diturunkan, aksi demo masih berlangsung. Tak seorang pun pejabat Pemprov Riau yang datang menemui demonstran. (*)

Kasus-kasuh hukum apa saja yang disorot oleh pendemo? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak kelanjutan beritanya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Pages Facebook: Tribuners Pekanbaru Interaktif.


12.47 | 0 komentar | Read More

Sering Didemo Masyarakat, Wako Firdaus: Ada yang Mengompori!

Laporan: Hendra Efivanias

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah elemen masyarakat mulai dari pedagang hingga mahasiswa dalam beberapa bulan terakhir rutin melakukan demonstrasi di Kantor Walikota Pekanbaru. Sasaran pendemo yang mengkritik kinerja Walikota Firdaus MT, termasuk soal penggusuran pedagang dan pembelian tenda mewah senilai Rp 2 miliar. Apa reaksi Wako Firdaus?

Firdaus MT yang sudah memasuki tahun ketiga menahkodai Pekanbaru, menduga ada yang mengompor-ngompori (provokasi) masyarakat agar berunjukrasa di kantornya. Siapa yang mengompori? Firdaus enggan membicarakannya.

Menurutnya, dalam aksi-aksi itu banyak yang memanfaatkan agar dikenal dan populer. Walikota menilai harusnya pengunjukrasa mengikuti aturan. Bahkan, aksi pedagang Pasar Pagi Arengka yang, Rabu (29/10/2014) mendatangi kantornya, dinilainya  sudah kebablasan.

"Bagi yang mau menyampaikan aspirasi kepada saya silahkan saja. Tapi sampaikan sesuai aturan. Jangan mau kehendaknya sendiri. Ya nggak bisa. Kalau semua maunya dia, jadi apa negara ini. Jadi apa kota ini," kata Firdaus, politisi Partai Demokrat ini.

Diberitakan sebelumnya, puluhan pedagang di Pasar Pagi Arengka berunjukrasa di depan kantor Walikota guna menolak penggusuran yang rencana dilakukan Pemko besok. (*)

Siapa pihak yang dituding Wako Firdaus menjadi provokator demo terhadap dirinya? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak kelanjutan beritanya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Pages Facebook: Tribuners Pekanbaru Interaktif.


12.47 | 0 komentar | Read More

Sri Butuh Bantuan, Riziq Menderita Hydrochepalus Sejak Lahir

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sri Sutanti (29), tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Betapa tidak, anak semata wayangnya, Riziq Al Rasyid, yang baru berusia 1 tahun 1 bulan, menderita hydrochepalus sejak lahir. Kepalanya kian hari kian membesar, seiring pertambahan usia. Saat ini, lingkar kepalanya sudah mencapai 79 cm.

"Dulu, pas lahir di RSIA Zainab, anak saya sudah dioperasi. Hasilnya, lingkar kepalanya sudah mengecil. Namun, itu hanya bertahan sebulan," ungkap Sri, saat berkunjung ke kantor Tribun Pekanbaru, Rabu (29/10/2014).

Penderitaan anak pasangan Sri Sutanti dan Supriyatno (35) itu tak berhenti sampai di situ. Pada saat anaknya berusia dua bulan, diketahui ada infeksi di saluran pernafasannya, sehingga dada sebelah kanannya dioperasi.

"Saya sudah bawa ke sejumlah rumah sakit. Mulai RSUD Arifin Achmad, hingga  RS Awal Bros. Bahkan di RS Awal Bros, sudah menjalani 8 kali operasi. Namun, pihak rumah sakit sudah angkat tangan. Katanya harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta (RSCM) dan harus ditangani dokter luar negeri," ungkap Sri.

Namun, Sri mengaku tak punya biaya. Apalagi, ia hanya seorang ibu rumah tangga dan suaminya hanya kerja serabutan. "Dulu kami tertolong dengan Jamsostek (sekarang BPJS, red), karena suami saya karyawan swasta. Sekarang, sudah 8 bulan ini anak saya tak mendapatkan pengobatan apapun karena tak punya biaya. Saya mengharapkan uluran tangan para donatur dan dermawan, agar dapat membawa anak saya ke RSCM Jakarta (Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo)," ucapnya.

Bagi yang ingin memberikan bantuan, bisa menghubungi Sri Sutanti di Desa Balam Jaya, kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar atau di nomor 082381101722. Bisa juga menyalurkan bantuan langsung ke rekening Sri Sutanti, Bank Bri nomor rekening: 540901007539538. (nto)


12.47 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger