Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Bom Mobil Meledak, 33 Orang Tewas di Irak

Written By wartini cantika on Minggu, 09 November 2014 | 12.47

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Gelombang serangan bom mobil terus menghantui pemukiman Syiah di Baghdad. Sebanyak 6 bom mobil dilaporkan meledak di lima daerah berbeda. Serangan teror ini menewaskan sebanyak 33 orang dan lebih 100 orang.

Serangan tunggal paling mematikan berada di Jalan Sinaa di kota pusat Distrik Karrada, dan menewaskan sedikitnya 10 orang, Sabtu (8/11/2014) dikutip Antar.

Dua bom mobil juga melanda wilayah Amil Baghdad selatan, dan masing-masing meledak di Ameen di timur, Zafraniyah di pusat dan Sadr City di utara.

Baghdad dilanda pemboman dan penembakan hampir setiap hari, beberapa di antaranya telah diklaim oleh kelompok garis keras Negara Islam (IS), yang telah membanjiri besar bagian-bagian negara sejak Juni.

IS dan kelompok-kelompok ekstremis Sunni lainnya menganggap Syiah sebagai bidah dan sering menjadi target mereka.

Pejuang jihad telah membuat kemajuan besar untuk bahkan mencoba menduduki bagian dari ibu kota Irak, tetapi pasukan keamanan tidak dapat menjaga mereka dari melakukan serangan bom. (*)


12.47 | 0 komentar | Read More

Dokumen Lingkungan Hotel New Hollywood Diduga Bodong

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pekanbaru, Zulfikri menegaskan bahwa Hotel New Hollywood tidak mengantongi dokumen Upaya Kelola Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL UPL) yang sah. Sampai saat ini belum pernah BLH mengeluarkan rekomendasi UKL UPL untuk hotel tersebut.

Hal ini disampaikan Zulfikri menanggapi klaim adanya izin lingkungan
oleh manajemen Hotel New Hollywood yang beralamat di Jalan Tanjung Datuk tersebut.

"Mungkin dokumen UKL UPL yang ditunjukkan, mereka buat sendiri. Karena dokumen itu memang bisa dibuat pribadi atau dengan memakai jasa konsultan," kata Zulfikri, Sabtu (8/11/2014).

Sebelumnya, pejabat humas Hotel New Hollywood, Asien kepada Tribun telah menunjukkan SIUP dan izin gangguan hotel itu. Dokumen yang ditunjukkan oleh Asien inilah yang dibantah oleh Kepala BLH, Zulfikri. (*)

Mengapa sengkarut perizinan di Pekanbaru kian parah? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak kelanjutan beritanya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Pages Facebook: Tribuners Pekanbaru Interaktif.


12.47 | 0 komentar | Read More

Berapa Biaya Balik Nama Kendaraan Roda Empat?

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Layanan Hot Public services Tribun Pekanbaru, kali ini menerima pertanyaan seputar pengurusan balik nama kepemilikan kendaraan bermotor. Seorang pembaca setia Tribun, melalui nomor ponsel +6281268500xxx mengirimkan pertanyaan berapa biaya pengurusan balik nama kendaraan, serta persyaratannya.

Berikut penjelasan yang diperoleh dari AKBP Ino Harianto selaku Kasubdit Regident Dit Lantas Polda Riau:

Balik nama kendaraan roda empat berarti Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) diganti baru. Syarat-syarat balik nama itu adalah BPKB asli, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) asli, Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) asli.

Selain persyaratan dokumen ini, kendaraan juga harus melewati cek fisik. Pengurusannya dilaksanakan di Seksi BPKB Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Ditlantas Polda) Riau Jalan Senapelan.

Setelah data masuk, akan terkoneksi online ke Samsat. Kemudian pembayaran pajak STNK dilakukan di Samsat.

Mengenai biaya pengurusan balik nama, termasuk dalam tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Besar jumlahnya diumumkan dan dipajang di loket-loket Samsat.

Terima kasih dan demikian penjelasan kami. (*)


12.47 | 0 komentar | Read More

Wali Kota Ini Ajak Warga Ramai-ramai Gunduli Rambut

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengajak warga Bandung yang ingin mengikuti langkahnya memenuhi nazar dengan memangkas rambut hingga habis. Acara "ngabotakkin" rambut akan dilakukan di Pendopo Wali Kota Bandung, Minggu (9/11/2014), pukul 11.00 WIB. Undangan resmi disampaikan langsung dalam melalui akun Twitter resminya @ridwankamil.

"Nu bade maturan Pak Wali cukur gundul, diantos di pendopo tabuh 11. Nuhun," demikian seperti dikutip dari akun itu, Minggu (9/11/2014).

Undangan tersebut disambut beragam oleh bobotoh. Ada yang menyatakan kesiapannya untuk ikut, ada pula yang enggan, atau sudah mendahului dicukur di salon tetangga.

Salah satu bobotoh yang menyambut positif dan akan berusaha untuk datang ke pendopo adalah Muhammad Ridwan, salah satu pelajar SMA di Bandung.

"Sebagai warga Bandung yang baik dan bobotoh sejati, saya akan penuhi undangan wali kota Bandung," ucapnya sambil tersenyum.

Sementara itu, jalur sepanjang arak-arakan sudah terlihat ramai. Dari mulai Cibiru, tempat dimulainya arak-arakan, warga sudah berhamburan ke jalan mengenakan kaus biru khas Persib.

Ramainya orang yang berdiri di pinggir jalan, ditambah motor-motor yang berseliweran mengenakan kaos biru, membuat jalanan mulai padat merayap.

"Kejadian 19 tahun yang lalu akan terulang kembali. Hari ini, Bandung berpesta, Persib Juara, hidup Bandung, hidup Persib," ucap Bukhari. (*)


12.47 | 0 komentar | Read More

Rampok Gasak 3 Kg Emas, Pelaku Mengaku Polisi

TRIBUNPEKANBARU.COM, BEKASI - Lima orang pencuri bersenjata api berhasil menggasak sebanyak 3 kilogram emas dalam aksinya di Aren Jaya, Bekasi Timur, Minggu (9/11/2014) dini hari. Pelaku yang mengaku polisi juga membawa uang puluhan juta serta sejumlah ponsel milik penghuni rumah tersebut.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Bekasi Kota Ajun Komisaris Siswo menyatakan, kejadian bermula ketika keponakan pemilik rumah Hiwan yang bernama Guntur mengunci pagar rumahnya. Tiba-tiba saja, satu orang pria keluar dari mobil sedan berwarna putih. Pria tersebut menghampiri Guntur dan mengeluarkan pistol.

Pria tersebut pun menunjukkan kartu yang dikalungkan ke lehernya. Kartu tersebut terdapat lambang seperti lambang Polda Metro Jaya. Takut, Guntur pun membuka kembali pagar yang telah dikuncinya. Empat orang pria lain pun tiba-tiba keluar dari mobil.

Mereka semua pun masuk beramai-ramai ke rumah Hiwan. Komplotan pencuri tersebut pun langsung mengikat para penghuni rumah dengan tali sepatu berwarna hitam. Selain itu, mulut penghuni rumah juga dilakban.

"Kemudian mereka menuju lantai 2 rumah itu untuk melanjutkan pencurian," ujar Siswo.

Dari kamar di lantai 2 tersebut, para pelaku mengambil emas dengan total berat 3 kg dalam bentuk perhiasan seperti kalung, gelang, dan cincin. Mereka juga mengambil uang tunai sebesar Rp 40 juta dan uang 4.000 dollar AS.

Selain itu, 5 telepon genggam milik para penghuni rumah seperti Samsung Note 3, Samsung Note 2, BlackBerry Dakota, Nokia S2, dan Smartfren dibawa kabur pelaku.

"Setelah itu, pelaku kembali ke mobilnya dan kabur," ujar Siswo. (*)


12.47 | 0 komentar | Read More

'Semua Warga Bisa Dapat E-KTP Asal Tidak Beraliran Sesat!

Written By wartini cantika on Sabtu, 08 November 2014 | 12.47

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan seluruh warga negara yang sah harus punya E-KTP. Salah satu caranya adalah mempunyai agama yang diakui di Indonesia dan tidak beraliran sesat.

"Sepanjang aliran ini tidak sesat, tetap berkiblat pada agama, sesuai dengan kitab sucinya, tidak masalah," ujar Tjahjo di kantor Kementerian Keuangan, Sabtu (8/11/2014).

Tjahjo memaparkan pihak kelurahan saat ini selalu menahan banyak masyarakat yang mempunyai kepercayaan di luar enam agama yang diakui. Tjahjo pun berharap ke depannya tidak akan ada kejadian seperti ini lagi

"Selama ini banyak terhambat karena lurah tidak berani mengeluarkan KTP karena d luar yang enam agama itu. Sekarang harus berani," papar Tjahjo.

Untuk mengatasi banyaknya aliran kepercayaan yang ada di dalam negeri, Tjahjo akan mengadakan pertemuan antara Menteri Agama, MUI, perwakilan dari Budha, Hindu, Kejaksaan, dan elemen masyarakat lain.

"Makanya nanti kita akan mengadakan pertemuan," ungkap Tjahjo.


12.47 | 0 komentar | Read More

'Saya Kira Bercanda, Ternyata Beneran Tenggelam'

TRIBUNPEKANBARU.COM, GIANYAR - Ito (32) termenung di bibir pantai. Pandangannya kosong. Ia dan belasan teman yang lain masih menaruh harapan pada penemuan sosok Adi Satriyo (34), warga asal Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya yang tenggelam di Pantai Lebih Gianyar, dalam kondisi hidup maupun sudah meninggal.

"Kami mau menunggu sampai besok (hari ini). Kami mau nginap di sini," ujar Ito dengan lirih saat ditemui Tribun Bali (Tribunnews.com Network), Jumat (7/11/2014) malam.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Bali, peristiwa tenggelamnya Adi terjadi sekitar pukul 18.30 Wita, saat matahari belum tenggelam sempurna. Awalnya, ia beserta tiga kawannya (Arif dan Aci), sekitar pukul 17.30 Wita jalan-jalan ke Pantai Lebih.

Namun waktu itu, hanya Adi yang memberanikan diri mandi di sisi barat Pantai Lebih. Tak lama berselang, Adi yang kesehariannya bekerja melukis relief di Bali Marine Safari Park, meminta pertolongan.

Namun Ito dan teman-teman yang lain hanya berdiam diri seraya tertawa, mengira Adi yang terkenal sebagai sosok yang humoris, sedang bercanda.

"Saya kira bercanda, ternyata beneran tenggelam," kata Ito.

Beberapa saat kemudian, kejadian yang awalnya dianggap candaan berubah menjadi kekhawatiran. Ito dan dua temannya mulai panik setelah yakin bahwa Adi benar-benar tenggelam.

Karena lokasi Adi yang sudah agak ke tengah dan jauh dari bibir pantai, Ito dan teman-teman yang lain tidak bisa berbuat banyak saat tahu temannya tenggelam.

"Kami hanya tertegun. Ada lima anak kecil belajar selancar yang berusaha menolong Adi. Tapi nggak kuat dan akhirnya dilepaskan," ujar warga asal Yosowilangun, Lumajang ini. (tribun bali)


12.47 | 0 komentar | Read More

Loncati Pagar, Menteri Hanif: Kalau Saya Langgar Hukum Tangkap Saja

KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri melompati pagar saat melakukan inspeksi mendadak di Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) Elkari Makmur Sentosa yang terletak di Jalan Asem Baris Raya, Gang Z, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2014). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menilai aksi lompat pagar dirinya untuk masuk kedalam Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) Elkari Makmur Sentosa yang terletak di Jalan Asem Baris Raya, Gang Z, Tebet, Jakarta Selatan tidak melanggar hukum.

"Memang ada yang berkomentar saya melanggar hukum, tapi saya merasa itu di bawah kewenangan saya. Kalau saya melanggar hukum ya tangkap saja," kata Hanif dalam diskusi bertema 'Setelah Lompat Pagar Itu..' yang diselenggarakan Smart FM dan Populi Center di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (8/11/2014).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan, dirinya bukan tanpa alasan melompat pagar di tempat penampungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) itu. Menurut pria kelahiran Salatiga itu, ia sudah mengucapkan salam untuk meminta dibukakan pagar yang tergembok.

"Saya sudah mengucapkan salam, sudah ketok-ketok gembok yang menggantung di pagar. Tapi tidak ada jawaban dari dalam," tuturnya.

Masih kata Hanif, apa yang dilakukannya adalah semata-mata untuk kebaikan para TKI. Menurutnya, ia saja yang memiliki jabatan sebagai Menteri tidak dapat masuk, apalagi sanak keluarga paraTKI yang ada di dalam rumah tersebut apabila ingin menjenguk.

"Yang saya lakukan adalah dengan niat yang baik. Rumah itu tidak jelaas (diduga ilegal)," tandasnya.


12.47 | 0 komentar | Read More

Belum Dapat E-KTP, Camat Ini Akui Sudah Urus Dua Tahun Lalu

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Sebagai aparat Pemprov DKI yang bertugas di wilayah, Amien Haji telah melayani warga yang membuat electronic kartu tanda penduduk atau e-KTP sejak awal. Ironisnya, Amien justru belum mendapatkan e-KTP.

Amien yang kini memangku jabatan camat Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sudah melayani warga dalam membuat e-KTP sejak tahun 2012 atau sejak pemerintah mencanangkan e-KTP.

"Saya sendiri sudah mengurus, tapi hingga saat ini belum menerimanya. Bikinnya tahun 2012, di Kantor Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan," katanya.

Bambang, pengurus RT di sebuah perumahan di Jakarta Barat, mengatakan beberapa warganya bertanya apakah program e-KTP masih berjalan.

Pertanyaan itu muncul sekitar tiga bulan terakhir dari warga yang baru pertama mendapatkan KTP ataupun warga yang melakukan perpanjangan masa berlaku KTP.

Tak kunjung mendapatkan e-KTP yang kini nama resminya KTPElektronik atau KTP-El dan fisik kartu yang kembali ke model lama adalah pertanyaan yang kerap muncul dari warga.

Lurah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Susan Jasmine Zulkifli mengatakan, perekaman data standar KTP-El tetap berjalan. Karena kartu berbahan PVC dan memiliki chip tidak ada, maka warga mendapatkan KTP model lama yakni KTP berbahan kertas.

"Memang banyak warga yang datang dan menanyakan KTP-El," kata Susan, pekan lalu. Atas pertanyaan tersebut, Susan menjelaskan bahwa pengadaan material  kartu berbahan PVC dan memiliki chip merupakan wewenang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ketika Kemendagri tidak mengirimkan material KTP-El, maka pemerintah daerah menerbitkan KTP berbahan kertas atau KTPmodel lama.

Menurut Susan, meski demikian, perekaman data standar tetap berjalan normal. Peralatan di tingkat kelurahan memungkinkan untuk merekam data standar KTP-El yang terdiri atas sidik jari dan tanda tangan digital, retina mata, dan citra wajah.

Lurah Pasar Minggu, Satya, juga mengatakan bahwa program KTP-El, sampai saat ini, masih berjalan. Satya juga mengatakan bahwa peralatan di kantor kelurahan memungkinkan untuk merekam data standar KTP-El.

Sidik jari dan retina mata adalah ciri-ciri yang dimiliki setiap orang dan tidak ada duanya. Sidik jari dan retina mata tidak bisa digandakan ataupun dipalsukan. (Tribunnews/rahmat patuti/edwin firdaus)


12.47 | 0 komentar | Read More

Keracunan Tempe Mendoan, Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Yoseph Hary

TRIBUNPEKANBARU.COM, KULONPROGO - Novi Astuti (6), bocah malang yang menjadi korban "tempe mendoan maut" bersama ibu dan dua kakaknya Senin lalu, akhirnya meninggal dunia di RSUDWates Kulonprogo.

Bocah asal Tirto 41/17 Hargotirto Kecamatan Kokap Kulonprogo itu mengalami kritis selama lebih kurang empat hari setelah ikut menyantap mendoan buatan ibunya, Rubini (36).

Kepala ruang ICU RSUD Wates, Tarhibul Fuadi, Jumat (7/11/2014), mengatakan, kondisi anak tersebut terbilang paling parah dibanding ibu dan dua kakaknya. Pihak rumah sakit sudah berusaha maksimal dengan merawatnya di ICU. Namun anak tersebut akhirnya mengalami gagal nafas dan meninggal pada Kamis pukul 21.30 WIB.

"Meninggal Kamis (6/11/2014) pukul 21.30. Pagi ini dimakamkan. Kami sudah maksimal, namun tetap mengalami gagal nafas," kata Fuadi, di RSUD Wates.

Novi merupakan anak bungsu Rubini (36), warga Tirto Hargotirto Kecamatan Kokap Kulonprogo. Rubini, Novi, dan dua kakaknya, yaitu Septini (12), dan Vita Sari (8), Senin (3/11/2014) malam dilarikan ke IGD RSUD Wates karena diduga keracunan setelah menyantap tempe mendoan.

Dalam kondisi kritis, Novi tak kuat bertahan, sedangkan ibunya membaik. Dua kakaknya dilaporkan membaik dan akan pindah ke bangsal Cempaka. Secara keseluruhan, keempat pasien mengalami intoksikasi atau keracunan, peneumonia dan aspirasi atau muntah akibat makan mendoan.

Mendoan tersebut buatan Rubini. Dia membeli tempe, sedangkan tepungnya merupakan pemberian tetangga. Semula disebutkan tepung tersebut sudah lama, namun Rubini tetap menggunakannya.

"Saya beli dua tempe, satu disayur, satu lagi dibuat mendoan. Tidak tahu lalu sampai sini (RS)," ujar Rubini.


12.47 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger