Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Desmianto: Atasi Banjir Pekanbaru Tak Cukup Beri Sembako

Written By Unknown on Sabtu, 02 November 2013 | 12.47

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ketua DPRD Kota Pekanbaru Desmianto, menegaskan, untuk menyelesaikan persoalan banjir di Pekanbaru, harus dilakukan secara bersama-sama antara Pemko Pekanbaru dengan Pemprov Riau. Sebab, sebagian anggaran revitalisasi penanganan banjir tersebut, tidak hanya di APBD Pekanbaru, tapi di APBD Riau juga dianggarkan.

Seperti halnya yang terjadi di Perumahan Mutiara Witayu, Kelurahan Meranti Pandak, Rumbai. Banjir yang sudah menjadi langganan di perumahan ini, tidak akan selesai, jika penanganannya hanya bersifat seremonial saja. Apalagi hanya memberi sembako bagi korban banjir.

"Tak cukup hanya dengan memberikan Sembako. Tak bisa seperti itu. Kita berharap banjir ada tindak lanjut, banjir ini juga masuk dalam master plan provinsi, DED (detail engineering detail)drainasenya kan ada di provinsi, maka kita harap provinsi segera merealisasikan itu," kata Desmianto, Jumat (1/11).

Jika hanya dibebankan ke Kota Pekanbaru untuk penanganan banjir ini, Desmianto menilai tak akan sanggup diemban sendiri oleh Pekanbaru. Karena memang untuk pembangunan drainase untuk pencegahan banjir di Pekanbaru sudah masuk dalam DED pembangunan di Provinsi Riau.

"Kalau provinsi tak mungkin bangunan drainase satu meteran saja, paling tidak tingginya setinggi orang, daerah langganan ini kita menawarkan kalau mereka pindah, kita siapkan ke rusun (Rumah Susun)," sebut Desmianto lagi.

Disinggung mengenai nasib masyarakat di Perumahan Mutiara Witayu Kecamatan Rumbai, yang mengaku tidak tahan dengan banjir ini, Desmianto menyarankan agar masyarakat pindah ke lokasi yang telah disediakan pemerintah, yakni rumah susun di eks teleju.

"Tapi kan mereka tetap ngotot bertahan. Memang kita paham juga, dari segi materil, akses ke kota dan sekolah anaknya, makanya mereka belum mau pindah," paparnya.

Lebih lanjut disebutkannya, kewenangan untuk mengatasi banjir di Witayu tersebut, merupakan kewenangan Provinsi Riau, yang saat ini masih ada proyek pengerjaan pembangunan pintu air yang belum selesai.

"Witayu itu kasus provinsi, karena di sana ada proyek yang belum selesai penanganannya. Kita tak tahu seperti apa penanganannya. Kalau pintu air selesai saya yakin (banjir) Witayu tak terjadi lagi," katanya. (*)


12.47 | 0 komentar | Read More

Empat Pegawai Lapas Riau Dipecat Akibat Narkoba

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Riau Lulik Heri Sutrisno mengatakan empat pegawai lapas di daerah itu telah dipecat akibat terlibat kasus narkoba.
          
"Tiga di antaranya merupakan pegawai Lapas Bengkalis yang dipecat pada 2010. Sementara satu lainnya pegawai Lapas Kelas II A Pekanbaru yang dipecat tahun 2012," kata Lulik , Jumat sore.
          
Keempat mantan pegawai tersebut kata dia, dipecat secara tidak hormat setelah pengadilan memutuskan mereka terlibat kasus narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).
           
Menurut dia, Kanwil Kemenkumham Riau tidak memberi toleransi bagi pegawai yang terbukti terlibat jaringan peredaran barang terlarang itu.
           
"Mau itu mengedarkan narkoba di dalam maupun di luar lapas. Tetap tidak ada toleransi. Karena kami memang tengah memerangi narkoba," katanya.
           
Lulik menjelaskan, pihaknya juga telah memerintahkan seluruh lapas dan rumah tahanan negara di Riau untuk rutin menggelar razia terhadap para napi dan tahanan.
           
Selain razia, kata dia, Kanwil Kemenkumham Riau juga terus berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional tingkat kabupaten.kota untuk terus menguji kadar urine para pegawai lapas dan rutan.
            
Mereka yang positif mengonsumsi narkoba, demikian Lulik, akan mendapat pembinaan secara berkala.
            
"Namun kami mengakui, pembinaan yang dilakukan selama ini kurang efektif. Hal itu dibuktikan masih ada saja pegawai yang bersangkutan, ketika dites urinnya lagi, malah kembali positif," katanya.(antara)


12.47 | 0 komentar | Read More

Pekanbaru Inflasi 0,8 Persen Pada Oktober

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Badan Pusat Statistik menyatakan Kota Pekanbaru, Riau, mengalami inflasi sebesar 0,80 persen pada bulan Oktober 2013.
        
"Cabai merah menjadi penyumbang inflasi terbesar," kata Kepala BPS Provinsi Riau Mawardi Arsyad di Pekanbaru.
        
Ia mengatakan bahwa kelompok bahan makanan mengalami kenaikan 1,57 persen, makanan jadi 1,30 persen, kesehatan dan transportasi juga mengalami kenaikan masing-masing 0,43 persen dan 0,28 persen.
        
"Kelompok yang mengalami deflasi hanya sebesar 0,20 persen," katanya.
        
Ia mengatakan bahwa cabai merah menjadi komoditas yang memberi andil inflasi terbesar di Pekanbaru mencapai 0,53 persen.
        
Komoditas lainnya yang mengalami inflasi di antaranya kue basah 0,17 persen, beras 0,08 persen, mobil 0,05 persen, rokok putih 0,04 persen, dan sewa rumah 0,03 persen.
        
Komoditas yang menekan inflasi adalah bawang merah yang mengalami deflasi 0,19 persen, daging ayam ras 0,05 persen, emas perhiasan 0,02 persen, angkutan antarkota 0,02 persen, dan kentang serta daging sapi yang masing-masing turun 0,01 persen.
        
Harga cabai merah berdasarkan data BPS mengalami kenaikan paling tinggi 69,17 persen daripada harga pada bulan September lalu sehingga menjadi penyumbang terbesar inflasi Pekanbaru.
        
"Inflasi tahun kalender Kota Pekanbaru menjadi 7,94 persen dan inflasi 'year on year' 8,33 persen," ujarnya.
        
Selain itu, dia mengatakan bahwa Kota Dumai pada bulan Oktober juga mengalami inflasi sebesar 1,17 persen yang lebih tinggi daripada Pekanbaru. Laju inflasi kalender Kota Dumai mencapai 7,90 persen, sedangkan inflasi "yoy" 9,01 persen.
        
Ia menambahkan, dari 16 kota berdasarkan penghitungan indeks harga konsumen (IHK) di Sumatra, sebanyak 15 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi di Sibolga sebesar 1,25 persen, sedangkan inflasi terendah di Pangkal Pinang 0,14 persen.(antara)


12.47 | 0 komentar | Read More

Duh, Kakek 64 Tahun Jual Nomor Togel

Laporan Fernando

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI- Entah apa yang ada dalam pikiran JS. Walau sudah berusia 64 tahun, tapi masih berpikir untuk mengeruk untung dengan judi.Padahal seharusnya ia makin dekat dengan Sang Pencipta.

Sayang awal November jadi kelabu baginya. Kini untung yang tak seberapa, harus dibalas dengan hukuman mendiami dinginnya sel tahanan. Sebab perjalanannya sebagai penjual nomor togel berakhir, Kamis (31/10) sore.

JS dibekuk oleh Tim Opsnal Polsek Dumai Timur sekitar pukul 16.00 WIB.
Pria yang bekerja sebagai wiraswasta diciduk di Jalan Datuk Laksamana, tepatnya depan kuburan Melayu Kelurahan Dumai kota. Kala diciduk tersangka tengah melakukan transaksi nomor togel.

"Jadi pada Kamis sore, kami mendapat informasi bahwa adanya kegiatan perjudian jenis togel. Tersangka melakukannya di depan kuburan Melayu, Jalan Datuk Laksmana. Pelaku pun langsung diciduk Tim opsnal Polsek Dumai Timur," jelas Kapolsek Dumai Timur, AKP Bayu Wicaksono kepada Tribun.(*)


12.47 | 0 komentar | Read More

Bayi Meninggal di Depan Loket, DPR: RS Harus Tanggung Jawab

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Komisi IX DPR RI yang membidangi masalah Kesehatan dan Tenaga Kerja sangat prihatin dengan kejadian meninggalnya bayi Naila Mustari (2 bulan, 10 hari) di depan loket Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), Rumah Sakit Umum Lasinrang, Pinrang.

"Kalau benar itu yang terjadi, maka direktur RSU itu harus bertanggungjawab," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nova Riyanti Yusuf, ketika dikonfirmasi Tribunnnews.com, Sabtu (2/11/2013).

Menurut Nova ini disebabkan di dalam UU Kesehatan dan UU Rumah Sakit jelas ditegaskan bahwa dalam kasus gawat darurat penanganan pasien harus diutamakan dan tidak boleh meminta uang muka, apalagi sekedar kelengkapan administrasi berupa sepucuk surat kelahiran. "Terlebih sang bayi tersebut sudah dilengkapi dengan rujukan dari Puskesmas asal," kata politisi Demokrat ini.

Dia tegas meminta Kementerian Kesehatan untuk menyelidiki kasus tersebut dan memberikan sanksi yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Dalam waktu dekat harus sudah ada kejelasan tentang kasus ini," kata dia.

Kasus Naila sejak kemarin bikin gempar dunia kesehatan di Indonesia. Bayi berusia 2 bulan 10 hari ini meninggal di pangkuan orang tuanya di depan loket Jamkesda Rumah Sakit di Pinrang Sulawesi Selatan karena tidak cepat mendapat pertolongan dokter dan perawat rumah sakit.

Pasalnya Ayah Naila Mustari mengaku hampir dua jam mengurus permasalahan administrasi manajamen rumah sakit melayani anaknya yang saat itu sudah sekarat. (*)


12.47 | 0 komentar | Read More

Jokowi Tetapkan UMP Jakarta 2014 Rp 2,4 Juta

Written By Unknown on Jumat, 01 November 2013 | 12.48

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy
TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyiratkan kesiapan pihaknya menanggung segala konsekuensi dari penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2014 sebesar Rp 2,4 juta.

"Saya kira semua keputusan ada resikonya. Saya kemarin naikan 50 persen (UMP) saja sudah digugat juga," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Jumat (1/11/2013).

Jokowi mengatakan penetapan UMP yang masih jauh dari harapan para buruh yang menginginkan UMP DKI sebesar Rp 3,7 juta ini sudah tidak bisa dibatalkan lagi.

Mantan Wali Kota Solo ini pun berharap agar pengusaha tidak melakukan penangguhan pengupahan terhadap para pekerjanya. Sebab, kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan, hanya 6 persen dari UMP DKI sebelumnya yaitu Rp 2,2 juta.

"Kalau angka seperti itu masih ada penangguhan, kebangetan namanya," tutur Jokowi. (Tribunnews.com)


12.48 | 0 komentar | Read More

Presiden Ajak Masyarakat Kurangi Konsumsi Beras

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, sudah saatnya masyarakat mengubah pola konsumsi pangan secara bertahap.

Perubahan yang dimaksud yaitu dengan lebih meningkatkan asupan buah-buahan, sayuran, daging dan ikan, dan mengurangi porsi beras sebagai sumber karbohidrat. Untuk itu, Indonesia harus mengoptimalkan sumber daya perikanan, peternakan, serta peningkatan upaya diversifikasi pangan.

"Diversifikasi pangan atau keragaman konsumsi pangan, merupakan salah satu strategi untuk mencapai ketahanan pangan," tegas Presiden SBY, pada puncak peringatan Hari Pangan Sedunia ke-33 di Minangkabau International Convention Center, Padang, Sumbar, Kamis (31/10/2013).

Seperti dikutip Tribunnews dari lama khusus Setkab, Presiden mengatakan, upaya untuk memperkuat kemandirian pangan terus dilakukan. Dua hari lalu misalnya, Presiden telah memimpin Rapat Terbatas di Bukittinggi untuk menyusun rencana aksi peningkatan produksi pangan, terutama lima bahan pangan strategis yaitu beras, kedelai, jagung, gula, dan daging sapi.

Setelah melalui pembahasan yang mendalam, lanjut Presiden, dengan melibatkan para Menteri terkait, para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, para Gubernur dan kalangan dunia usaha, secara bersama telah menetapkan sebuah rencana aksi.

"Rencana aksi ini merupakan program akselerasi, di samping program-program peningkatan kemandirian pangan yang selama ini telah kita jalankan," ungkapnya.

Melalui upaya rencana aksi itu, Presiden optimistis di tahun-tahun mendatang Indonesia akan semakin mandiri dan tidak mudah terguncang oleh gejolak harga pangan dunia. "Saya berharap, Hari Pangan Sedunia tahun ini dapat menjadi momentum bagi terwujudnya kemandirian pangan yang berkelanjutan," kata Presiden SBY. (Tribunnews.com)


12.48 | 0 komentar | Read More

David Beckham Bingung Pilih Messi Atau Ronaldo

TRIBUNPEKANBARU.COM - Perbandingan siapa yang terbaik antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, adalah isu lama yang tampaknya tak pernah basi untuk dibahas.

Kali ini, giliran legenda Manchester United dan PSG, David Beckham, yang memberikan opininya. Bagi Beckham, kualitas Messi dan Ronaldo tidak berbeda.

"Sulit menentukan siapa yang terbaik di antara Messi dan Ronaldo," ujarnya saat peluncuran buku terbarunya berjudul 'David Beckham'.

"Messi dan Ronaldo sama-sama 'tidak tersentuh', pesepak bola luar biasa dan seorang profesional sejati," imbuh Beckham, seperti dilansir Marca. (Tribunnews.com)


12.48 | 0 komentar | Read More

LG Nexus 5 Ponsel Android Kitkat Pertama di Dunia

TRIBUNPEKANBARU.COM - Setelah ramai dirumorkan, ponsel Android Nexus 5 akhirnya resmi diluncurkan Google, Kamis (31/10/2013). Nexus 5 yang diproduksi oleh LG menjadi ponsel Android pertama di dunia yang mengusung sistem operasi Android 4.4 Kitkat.

LG kembali dipercaya oleh Google untuk membuat smartphone Android Nexus. Sebelumnya, LG telah merancang dan memproduksi Nexus 4, pada tahun 2012 lalu. Pada Nexus 5, LG banyak mengambil elemen desain dari salah satu smartphone Android andalannya, LG G2.

Selain pertama untuk Android Kitkat, LG Nexus 5 juga merupakan ponsel Nexus pertama yang menggunakan layar Full-HD dan mendukung koneksi jaringan LTE. Nexus 5 menggunakan layar full-HD 4,95 inci dengan kerapatan piksel 445 ppi. Layarnya dilindungi oleh teknologi Gorilla Glass 3.

Meskipun memiliki layar 4,95 inci, Nexus 5 yang berbobot 130 gram ini tidak terlihat bongsor. Ini semua berkat ukuran bezel yang sangat tipis. Dari sisi hardware, smartphone ini ditenagai prosesor quad-core 2,3 GHz Qualcomm Snapdragon 800, chip grafis Adreno 330 450 MHz, dan RAM sebesar 2 GB.

Kamera belakang 8 MP dengan fitur Optical Image Stabilization bersama kamera depan 1,3 MP menjadi andalan Nexus 5 untuk urusan foto dan dan video. Fitur baru dari sisi kamera adalah mode HDR+, yang berguna saat pengguna mengambil banyak foto dalam satu waktu.

Urusan fitur konektivitas jaringan, Nexus 5 yang mempunyai baterai sebesar 2.300 mAH ini mendukung WiFi A/C, NFC, Bluetooth 4.0 LE, dan LTE (band: 1/3/5/7/8/20). Google Nexus 5 akan tersedia dalam dua varian storage, 16 GB yang dibanderol sebesar 349 dollar AS dan 32 GB yang akan dijual dengan harga 399 dollar AS.

Negara-negara yang pertama kali bisa membeli Nexus 5 adalah Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Perancis, Jerman, Spanyol, Italia, Korea Selatan, dan Jepang. Belum ada informasi kapan Nexus 5 akan tersedia di Indonesia. Seperti Nexus 4, kemungkinan Nexus 5 baru hadir di tanah air pada Desember tahun ini atau awal tahun depan. (The Verge/Kompas.com)


12.48 | 0 komentar | Read More

Eva Nora: Rusli Zainal akan Didampingi 15 Pengacara

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Eva Nora SH, pengacara Gubernur Riau Rusli Zainal, mengatakan, sedikitnya sekitar 15 orang pengacara akan mendampingi kliennya dalam persidangan dengan dugaan melakukan korupsi tiga pekara yang dimulai pada Rabu (6/11/2013).
         
"Kita telah membentuk tim yang semuanya berjumlah sekitar 15 orang," ujar pengacara Rusli Zainal, Eva Nora SH di Pekanbaru.
         
Menurutnya, sidang tersangka korupsi Gubernur Riau Rusli Zainal dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru Bachtiar Sitompul SH, MH.
         
Pada 8 Februari 2013, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Riau Rusli Zainal sebagai tersangka korupsi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII pada dua perkara, masing-masing sebagai pemberi dan penerima suap.
         
Rusli juga ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan wewenang terkait penerbitan Bagan Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (BK UPHHKHT) di Pelalawan dan Siak atas pengesahan peratuan daerah Nomor 06 tahun 2010.
         
Kemudian tanggal 14 Juni, KPK meningkatkan statusnya menjadi tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta. Setelah hampir bulan empat mendekam di Rutan Cipinang, Rusli dipulangkan ke Pekanbaru dan dititipkan di Rutan Kelas II B Pekanbaru pada Kamis (10/10).
         
"Apa yang dilakukan KPK sudah sesuai proses dan prosedur, makanya kita tinggal menjalani saja. Dari mulai penetapan, pelimpahan berkas perkara dan penetapkan majelis hakim sampai proses persidangan," katanya.  
    
Awal pekan ini, Pengadilan Tipikor Pekanbaru telah menentukan jadwal sidang kasus dugaan korupsi yang dilakukan Gubernur Riau Rusli Zainal menyangkut pelasanaan PON ke-XVIII dan izin kehutanan. "Jadwal sidang Rusli Zainal pada Rabu pekan depan pada 6 November," ujar Panitera Pengganti Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Hasan Basri.
         
Pengadilan Tipikor Pekanbaru juga telah menetapkan tiga orang majelis hakim yang menyidangkan Rusli Zainal dan dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru Bachtiar Sitompul SH, MH. "Majelis Hakimnya adalah Hakim Ketua, Bachtiar Sitompul SH, MH, dan Hakim anggotanya I Ketut Suarta SH serta Rahmat Silaen SH, MH, dengan registrasi perkara Nomor: 50/Pid.Sus/Tipikor/2013 PN.PBR," katanya. (Antarariau.com)


12.48 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger