Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Demo Mahasiswa Bikin Macet, Pengguna Jalan Geram dan Emosi

Written By Unknown on Kamis, 02 April 2015 | 12.47

Laporan Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Akibat aksi mahasiswa melakukan pemblokiran jalan di halaman kantor Gubernur Riau sempat menyebabkan macet, Kamis (4/2/2015). Apalagi, pendemo yang baru saja mengikuti pelatihan tersebut melakukan aksi duduk di jalan.

Para pengguna jalan pun emosi akibat ulah mereka memblokir badan jalan.

"Tolong pinggirlah, jangan buat macet. Nanti ditabrak, kita yang salah," kata seorang pengguna jalan.

Pemblokiran jalan ini karena tidak dijumpai Plt Gubernur. Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Indonesia (Pormafesi) ini memilih untuk duduk di badan jalan. Aksi masih terus berlanjut. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Penulis: Nasyuha

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan


12.47 | 0 komentar | Read More

OJK Riau Masih Kaji Kesiapan Perbankan Terapkan 'Laku Pandai'

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Otoritas Jasa Keuangan Riau (OJK) masih mempersiapkan peluncuran program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).

Dikatakan Bayu, Humas OJK saat ditemui Tribun, (2/4/2015), hingga saat ini OJK masih mempersiapkan peluncuran program ini di Riau. Persiapan ini berkaitan dengan kesiapan pihak Bank di daerah dan kordinasi dengan OJK pusat di Jakarta.

Kesiapan pihak bank ini disampaikan Bayu berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM) bank karena orang yang menjadi agen bank ini haruslah memiliki keahlian lebih.

Hingga saat ini, dikatakan Bayu terdapat 4 bank yang memiliki kesiapan yakni BCA, Bank Mandiri, BRI dan BTPN. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru


12.47 | 0 komentar | Read More

Berkas 7 Tersangka Pencuri Sawit Lengkap, Bagaimana Nasib Bupati Achmad?

Laporan: Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tujuh orang tersangka kasus pencurian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di lahan PT Budi Murni Panca Jaya (BMPJ) saat ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pasir Pengaraian untuk proses tahap II.

Berkas ketujuhnya sebelumnya sempat P19, dan kembali ke Polda untuk dilengkapi. Setelah melengkapi berkas, kasusnya saat ini telah masuk ke tahapan P21.

"Sudah P21 ke Kejari Pasir Pengaraian berkasnya," ujar Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Riau, Kombes Pol Arif Rahman Hakim kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (2/4/2015).

Sebelumnya, kasus ini bermula ketika persengketaan antara PT BMPJ dengan PT Agro Mitra Rokan (AMR) menjadikan lahan kebun statusquo. Ketujuh tersangka melakukan pemanenan TBS di areal perkebunan tersebut.

Bupati Rokan Hulu, Ahmad juga sempat diperiksa atas kasus ini. Sempat mangkir tiga kali panggilan penyidik Polda Riau, Ahmad akhirnya diperiksa di Pasir Pengaraian, Rohul. Ia dimintai keterangan sebagai saksi untuk ketujuh tersangka. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru


12.47 | 0 komentar | Read More

Demo Makin Menjadi-jadi, Mahasiswa Dobrak Gerbang Kantor Gubernur

Laporan: Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Setelah melakukan pemblokiran jalan di depan kantor Gubernur tidak diacuhkan pejabat di Pemprov.

Akhirnya ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Indonesia (Pormafesi) mendobrak pagar kantor Gubernur yang dijaga ketat personil Satpol PP, Kamis (2/4/2015).

Saling dorong pagar terjadi antara Mahasiswa dan Satpol PP yang berjaga di kantor Gubernur beberapa menit. Namun niat mahasiswa untuk mendobrak pagar gagal karena ditahan aparat Satpol PP.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan mahasiswa ini masih bertahan di depan pagar kantor Gubernur. Mereka tetap menunggu kedatangan Plt Gubernur untuk menemui mereka. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Penulis: Nasyuha

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan


12.47 | 0 komentar | Read More

Bentuk Zebra Cross Ini Buat Bingung Pejalan Kaki yang Hendak Menyeberang

www.dfic.cn

Pedestrians walk past a bizarre zebra crossing at an intersection in Jilin, Changchun province, April 2, 2015. [Photo/IC] 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Satu lagi zebra cross aneh terdapat di China, tepatnya di Kota Changchun, timur laut Provinsi Jilin. Para pejalan kaki, terutama yang belum terbiasa dengan zebra cross ini pasti akan keheranan.

Tak sebagaimana lazimnya Zebra cross yang hanya terdiri dari garis-garis putih menghubungkan dua sisi jalan, zebra cros yang ini ujungnya mirip "hui" satu karakter dalam aksara China. Demikian dilansir China Daily.

Garis penyeberangan yang terdapat di persimpangan jalan tersebut tak pelak membuat bingung bagaimana cara mengikuti lintasannya. Namun bagi yang sudah terbiasa, tetap melewatinya.


12.47 | 0 komentar | Read More

Aroma Rambut Bermasalah, Bukan Parfum Solusinya

Written By Unknown on Rabu, 01 April 2015 | 12.47

TRIBUNPEKANBARU.COM - Mensiasati rambut berbau tak sedap atau tak percaya diri ketika harus bertemu orang, terkadang dilakukan cara pintas dengan menyemprotkan parfum ke permukaan rambut. Bukan hanya itu, nyatanya, kebiasaan menyemprotkan parfum ke rambut ini dilihat sebagai peluang oleh beberapa produsen produk perawatan rambut untuk menciptakan inovasi terbaru, yaitu parfum khusus rambut.

Padahal pada kenyataanya, parfum rambut hanya menimbulkan problem baru dan bukan menyelesaikan masalah. Vivi Tri Andari, selaku Research and Development PT Unilever Indonesia, Tbk, saat ditemui di restoran Blue Jasmine, Jakarta pada acara Dove Hair Treatment, memberikan suatu analogi. "Seperti orang yang belum mandi, tapi hanya menyemprotkan parfum. Hanya menempel pada permukaan saja, namun problem sebenarnya tak teratasi dengan baik. Contoh lainnya, bau badan yang hanya dipakaikan cologne atau body spray. Harusnya, bisa melakukan ritual mandi dan setelahnya mengenakan deodoran dengan kandungan anti bakteri," jelasnya.

Lebih lanjut, Vivi menjelaskan, "Kalau rambut sudah terasa kotor, mulai dari rasa gatal, agak lepek di pangkal rambut, dan mulai mengeluarkan bau tak sedap, kunciny, segeralah untuk membilas rambut dengan keramas. Parfum rambut hanyalah artifisial yang sifatnya tidak berlangsung lama dan alami. Secara tidak langsung, parfum rambut tidak memiliki fungsi sama sekali," tambah Vivi. Vivi menjelaskan juga bahwa penimbunan minyak dan kotoran di kulit kepala, tetap bisa berkembang dan menjadi masalah seperti bau dan gatal, yang akhirnya berujung pada masalah serius seperti ketombe. Jadi, daripada mengandalkan pengharum rambut, luangkan waktu rutin untuk keramas. (*)


12.47 | 0 komentar | Read More

Presiden Negara Islam Indonesia Dijebloskan ke Penjara

TRIBUNPEKANBARU.COM, INDRAMAYU - Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun di Kabupaten Indramayu, Panji Gumilang dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Indramayu, Selasa (31/3/2015) sekitar pukul 13.00 WIB kemarin. Panji langsung dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Indramayu.

Panji yang disebut-sebut sebagai Presiden Negara Islam (NII) Indonesia itu terlibat kasus pemalsuan dokumen kepengurusan Yayasan Pesantren Indonesia (YPI).

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Suparman membenarkan eksekusi tersebut. Suparman mengatakan eksekusi kepada Panji berdasarkan putusan Mahkamah Agung dengan putusan Kasasi No: 665 K/Pid 2014 Tanggal 29 September 2014.

"Iya betul, tadi yang bersangkutan telah dieksekusi pukul 13.00 WIB. Eksekusi ini putusan dari Mahkamah Agung, yang bersangkutan akan ditahan dalam jangka waktu 10 bulan ke depan," kata Suparman kepada Kompas.com, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa malam.

Suparman mengatakan, eksekusi dilakukan kejaksaan bekerjasama dengan kepolisian. Proses eksekusi itu berjalan lancar tanpa adanya hambatan. "Kami bekerjasama dengan kepolisian mengeksekusi yang bersangkutan, eksekusi berjalan lancar. Dia bersedia dieksekusi. Artinya, yang bersangkutan tidak dijemput secara paksa, sejak awal memang yang bersangkutan sudah sadar dengan hukum atas perbuatannya," kata Suparman.

Suparman memberikan keleluasaan kepada terpidana Panji jika memang akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK). "Kalau yang bersangkutan mau mengajukan PK silahkan, itu haknya yang bersangkutan," kata dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono pun membenarkan eksekusi tersebut. Pudjo mengatakan, eksekusi terhadap Panji dilakukan di kediamannya di Ponpes Al Zaytun, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu oleh Kejaksaan Negeri Indramayu. "Dia ditahan di Lapas Klas II B Indramayu siang tadi," kata Pudjo.

Pada Oktober 2011, Panji ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Indramayu, terkait kasus pemalsuan akta otentik. Panji kemudian dinyatakan bersalah, dianggap melanggar Pasal 266 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Pada pertengahan 2012, Panji divonis 10 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Indramayu.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut dengan hukuman 2 tahun 6 bulan. Hingga akhirnya, kini Mahkamah Agung mengeluarkan putusan Kasasi terkait vonis 10 bulan penjara. (*)


12.47 | 0 komentar | Read More

Ukuran Bra Terlalu Sempit, Ini Bahayanya

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebuah penelitian terbaru mengenai bra, mengatakan bahwa ternyata penggunaan bra memiliki bahaya lebih dari yang dibayangkan sebelumnya. Penelitian yang dilakukan oleh merek bra Triumph, menyatakan bahwa 76 persen perempuan masih belum menggunakan bra dengan ukuran yang tepat. Mayoritas beralasan bahwa tidak ada pengukuran yang memadai sebelumnya untuk payudara. Ternyata, pengukuran yang tak tepat berujung pada konsekuensi kesehatan yang buruk.

Juru bicara untuk Chartered Society of Physiotherapy, Sammy Margo dalam wawancaranya pada Mail Online, menjelaskan beberapa akibat dari penggunaan bra dengan ukuran yang salah. "Jika bra terlalu ketat, maka dapat membuat tekanan pada saraf, otot, dan pembuluh darah di sekitar bahu, punggung atas, hingga tulang iga. Hal ini berakibat nyeri, sakit kepala, dan bahkan rasa seperti ditusuk dengan jarum pada lengan," ujar Margo. Sedangkan mengenakan bra dengan ukuran kebesaran juga sama buruknya. "Mengenakan bra dengan ukuran kebesaran, tak menopang payudara secara efisien, sehingga memberikan masalah pada postur tubuh. Seperti bahu yang condong ke depan atau membungkuk. Secara alami, wanita akan memiliki pose tubuh yang canggung, saat bra tidak menopang payudara dengan baik," tambah Sammy.

Pada akhirnya, Margo mengatakan bahwa payudara yang tak ditopang dengan baik, akhirnya akan menekan tulang iga, dan mengakibatkan kesulitan bernapas. "Berat payudara dikombinasikan dengan postur tubuh yang buruk, serta gaya hidup yang tidak baik, akan membawa masalah pada pencernaan seperti sakit maag, dan penyakit lainnya,"jelas Sammy. Sedangkan tali bra yang terlalu kencang, sama halnya akan membuat nyeri pada pundak, dan membuat postur tubuh menjadi lebih bungkuk ke depan. (*)


12.47 | 0 komentar | Read More

Apakah Hipertensi Itu Faktor Keturunan?

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penyakit tekanan darah tinggi pada umumnya memang diderita oleh mereka yang berusia paruh baya atau di atas 40 tahun. Tetapi tak sedikit orang muda yang gaya hidupnya sehat tetap menderita penyakit ini. Adakah pengaruh keturunan?

Penelitian menunjukkan, sekitar 95 persen kasus tekanan darah tinggi tidak diketahui penyebabnya. Kondisi ini disebut juga dengan hipertensi esensial.

"Penyebab hipertensi itu banyak faktor. Ada karena faktor gaya hidup tidak sehat, tapi memang ada juga kecenderungan genetis. Tidak bisa disebut karena keturunan, karena kalau keturunan berarti jika ayah atau ibu hipertensi maka anaknya sudah pasti," kata dr.Siska S.Danny, spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS.Harapan Kita Jakarta.

Faktor gaya hidup yang bisa meningkatkan kemungkinan menderita tekanan darah tinggi antara lain adalah kurangnya aktivitas fisik sehingga kelebihan berat badan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, stres, dan penyakit kronis, seperti gangguan tidur, diabetes, dan gagal jantung.

Gaya hidup tidak sehat merupakan faktor risiko hipertensi yang bisa kita ubah. Dengan kata lain, meski kita memiliki kecenderungan genetis untuk menderita hipertensi, namun jika kita mau menjaga pola hidup sehat maka kemungkinan menderita hipertensi pun bisa ditekan. (*)


12.47 | 0 komentar | Read More

Hasanah Guest House, Kombinasi Konsep Kos dan Hotel

Laporan: Iqbal

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hasanah Guest House yang berlokasi di Jalan Paus Pekanbaru, menawarkan perpaduan kos dengan hotel. Kombinasi ini memberikan kemudahan bagi tamu yang datang ke Pekanbaru untuk menginap dalam jangka waktu tertentu.

"Konsep ini merupakan satu-satunya di Pekanbaru. Tamu yang nginap disini bisa memilih untuk harian, mingguan atau bulanan. Seperti kos tapi dengan fasilitas dan layanan hotel," kata Owner Hasanah Guest House, Hendry Munief saat launching, Rabu (1/4/2015).

Ia menjelaskan, konsep ini adalah penginapan keluarga. Segmen yang disasar untuk penginapan ini adalah karyawan baik swasta maupun negeri. Termasuk juga keluarga saat datang ke Pekanbaru untuk menghadiri pesta pernikahan atau wisuda anak.

Penginapan keluarga ini menyediakan 24 kamar yang terdiri dari superior room, deluxe room, family room dan vip room. Kisaran harga untuk harian mulai dari Rp 195 ribu, mingguan mulai Rp 1 juta dan bulanan mulai Rp 3,5 juta. Selain itu juga tersedia meeting room.

Pada kamar tersedia fasilitas single/double bad, ac, tv, telephone, air panas, breakfast 2 orang, free wifi, sofa bed, meja makan, kulkas dan kitchen dikamar-kamar tertentu. Sedangkan fasilitas umum terdapat lobby utama, restaurant, meetingroom, mushola, mini garden dan sarana olahraga. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru


12.47 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger