TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) akan segera hari di Bumi Lancang Kuning. Wadah berhimpunnya para pendidik ini dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan dengan guru dan menetapkan kepengurusan perdana. Dijadwalkan, usai Idul Fitri mendatang kepengurusan segera dibentuk.
"Saat ini, pengurus pusat telah berkirim surat dan memberikan mandat berdirinya DPD FGII di Riau. Mandat itu diberikan kepada Andi Sofyan, Normansyah dan saya," ungkap Sebastian Koti yang kini juga menjabat sebagai Sekretaris Persatuan Guru Swasta Provinsi Riau kepada Tribun, Kamis (1/8).
Dijelaskan Koti, selama ini di Riau memang sudah ada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang menjadi wadah profesi pendidik. Dalam beberapa kesempatan, PGRI juga telah banyak berkontribusi terhadap kemajuan guru. Hanya saja, PGRI saat ini masih menjadi organisasi guru yang banyak diisi oleh pegawai negeri sipil (PNS). Sehingga perjuangannya terkesan terbatas.
Kepengurusan PGRI juga banyak diisi oleh kepala sekolah, mantan kepala sekolah dan pejabat. Padahal PGRI semestinya menjadi organisasi yang independen. "Dengan komposisi kepengurusan seperti itu, kita melihat PGRI akan sulit bergerak. Di satu sisi mereka berkewajiban membela kepentingan guru, sementara di sisi lain pengurusnya terikat dengan pemegang kebijakan yang juga membawahinya. "Secara politis cenderung lemah jika kepengurusan diisi oleh PNS, kepala sekolah dan pejabat. Karena mereka tunduk dengan Kadisdik. Padahal semestinya mampu melindungi guru 100 persen," ujarnya.
Karena itulah kehadiran FGII kedepan dihaap mampu memberi semangat kepada PGRI agar semakin giat bekerja. Koti juga memastikan bahwa FGII bukan saingan PGRI. Sebaliknya justru mitra dalam mewujudkan perlindungan, pengembangan dan kesejahteraan guru. Baik yang berstatus PNS maupun non PNS.
Koti menegaskan, bagaimanapun juga perjuangan akan nasib guru harus dilakukan bersama-sama. Tidak boleh sendirian. Bertambahnya organisasi profesi guru ini diharapkan semakin memperkuat perjuangan dan posisi pendidik. Karena itu, dalam waktu dekat pemegang mandat FGII Riau akan menjalin komunikasi dengan PGRI Provinsi Riau.
Ditambahkan dia, fokus kerja kepengurusan pertama nanti akan diarahkan pada perjuangan hak anggota, membuat perlindungan advokasi terhadap anggota serta meningkatkan kemampuan anggota. Sehingga kedepan tidak ada lagi hak guru yang dipermainkan lewat kebijakan-kebijakan pemerintah.
Koti mencontohkan, beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Pekanbaru ada menerbitkan Perda nomor 12 tahun 2007. Dimana di dalamnya tertuang pemberian dana transportasi yang salah satu sasarannya adalah guru swasta. "Tapi kenyataannya, dana transportasi guru swasta justru tidak jadi diberikan," ungkap dia. Kebijakan-kebijakan yang merugikan guru seperti inilah yang akan diperjuangkan FGII kedepan. (*)
Anda sedang membaca artikel tentang
FGII Bukan Saingan PGRI
Dengan url
https://pakanbarupos.blogspot.com/2013/08/fgii-bukan-saingan-pgri.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
FGII Bukan Saingan PGRI
namun jangan lupa untuk meletakkan link
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar