Syarifah Lusi Herisdiana Pilih Jadi Relawan LPKI

Written By wartini cantika on Minggu, 30 Desember 2012 | 12.47

Tribun Pekanbaru - Minggu, 30 Desember 2012 08:23 WIB

Laporan Fernando
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU
- Kanker kini menjelma jadi silent kill atau pembunuh senyap bagi banyak orang. Maklum menyebarnya sel kanker disebabkan kekurangan informasi seputar kanker. Sehingga masih ada masyarakat yang terlambat menangani kanker yang dideritanya.

Keterlambatan penanganan itulah yang kadang membuat si penderita kanker tak tertolong lagi. Keadaan tersebut mengundang keprihatinan sosok good citizen kali ini. Terutama untuk ikut berperan menyebarkan informasi seputar pencegahan dini terhadap kanker. Sembari memberi semangat pada penderita kanker.

Kesungguhan pun ditunjukkannya dengan bergabung sebagai penyuluh di Lembaga Penyuluhan Kanker Indonesia (LPKI) Provinsi Riau. Semua dilakukannya tanpa pamrih, hanya untuk berbagi informasi seputar kanker pada masyarakat. "Jadi saya bisa merasakan apa yang dirasa oleh keluarga pasien penderita kanker. Makanya saya ingin bergabung dan ingin berbagi ilmu serta pengalaman untuk mencegah kanker sejak dini," ungkap wanita bernama lengkap Syarifah Lusi Herisdiana kala berbincang dengan Tribun, Sabtu (29/12/2012).

Wanita yang disapa Lusi ini mengisahkan bahwa bergabung menjadi relawan di PLKI dimulai pada 2010. Kala itu ia mengaku bergabung dengan LPKI usai melihat pemberitaan di media massa. Maka dimulailah ia memangkas waktu luang demi menjadi penyuluh kanker.

Maklum semua aktifitas tersebut dilakukan di luar profesinya sebagai perawat. Apalagi ia kini bertugas sebagai perawat di Bagian ICCU RSUD Arifin Achmad. Walau demikian ia mengaku tetap punya banyak waktu menjadi penyuluh kanker.

Biasanya penyuluhan dilakukan Lusi di dalam forum majelis taklim ataupun arisan RT/RW. Serta kegiatan ibu dan remaja yang ada di sejumlah kawasanPekanbaru. Sebagian lokasi memang direncakan untuk melakukan penyuluhan.Tapi tak sedikit pula lokasi yang memang masyarakat ingin digelar penyuluhan kanker di lingkungannya.

Hal itu memperlihatkan betapa antusiasnya masyarakat untuk mengetahui beragam infromasi seputar kanker. Apalagi penyuluhan yang disampaikan Lulusan D3 Akper Tuanku Tambusai bersama rekannya dengan bahasa sederhana. Bukan dengan bahasa medis di bidang kedokteran.

Lusi dan rekan-rekannya mengaku menjelaskan seputar gejala kanker. Serta sejumlah penyebab kanker yang didominasi dari makanan yang mengandung zat pengawet dan penyedap rasa. Kemudian pola hidup makan jajanan yang kerap dilakukan anak-anak.

"Semua itu harus jadi perhatian orangtua. Sehingga bisa melakukan pencegahan dini terhadap sel kanker dalam tubuh. Bila memang ada segera lakukan pengobatan. Jangan sampai terlambat," jelas wanita asal Tembilahan.

Wanita yang lahir pada 27 September 1979 amat senang setiap penyuluhan yang dilakukannya disambut antusias masyarakat. Terbukti masyarakat yang mendapat penyuluhan aktif bertanya seputar kanker. Apalagi kala melihat gambar kasus kanker payudara yang sudah membusuk.

Nah, khusus kaum ibu sangat senang ketika diajak untuk melakukan  Senam Sadari (Periksa Payudara Sendiri). Gerakan favorit tersebut hanya dilakukan 15 menit, namun gerakan tersebut amat bermanfaat guna mendeteksi kanker payudara. Seperti memeriksa ada atau tidaknya gelaja kanker di payudara. Selain bersama kaum ibu, Lusi bersama rekannya juga kerap menyampaikan penyuluhan pada para remaja.

Selama menjadi seorang relawan kurang lebih dua tahun, Sulung dari dua bersaudara mengaku LPKI menjadi wadah berbagi pengalaman. Terbukti cukup banyak yang bercerita seputar kasus yang dialami keluarganya. Misal kisah seorang peserta penyuluhan yang berkisah tentang kakaknya yang meninggal akibat pembusukan payudara.

Semua itu menurutnya memperlihatkan bahwa masyarakat masih minim pengetahuan tentang kanker. Hal itu membuatnya miris. Bahkan setiap penyuluhan ia selalu berpesan agar di masa datang kasus serupa jangan terlambat ditangani.

Hingga kini Lusi merasa banyak keberkahan dari setiap aktifitas yang dijalaninya sebagai relawan. Satu diantaranya ia kini telah diangkat menjadi perawat PNS di lingkungan RSUD. Seolah berkah menyertai tujuan mulianya menjadi seorang relawan.  

Tak berhenti, bersama enam penyuluh lainnya dan Ketua LPKI Provinsi Riau kini mereka menggagas Rumah Singgah khusus penderita kanker dari sejumlah daerah di Riau. Terutama mereka yang tidak memiliki penginapan kala menjalani pengobatan di Pekanbaru.

Sebelum menutup perbincangan, Ibu dari Putri Lailatul Rahmi (10) berharap nantinya masyarakat bisa tahu banyak tentang kanker. Sehingga bisa berupaya mencegah dan mengobati kanker sejak dini. Sembari merangkul banyak pihak untuk memberi semangat bagi penderita kanker di sekitarnya. (Cr10)


Anda sedang membaca artikel tentang

Syarifah Lusi Herisdiana Pilih Jadi Relawan LPKI

Dengan url

http://pakanbarupos.blogspot.com/2012/12/syarifah-lusi-herisdiana-pilih-jadi.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Syarifah Lusi Herisdiana Pilih Jadi Relawan LPKI

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Syarifah Lusi Herisdiana Pilih Jadi Relawan LPKI

sebagai sumbernya

0 komentar:

Poskan Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger