SMKN 4 Pekanbaru Hasilkan Busana Dari Limbah

Written By Unknown on Sabtu, 28 September 2013 | 12.47

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU  - Busana umumnya terbuat dari kain. Namun bagi siswa jurusan Busana Butik SMKN 4 Pekanbaru, membuat busana tidak mutlak di berbahan kain. Sampah plastik yang sulit didaur ulang, bisa disulap menjadi baju, celana, rok, gaun hingga topi.
Sejumlah karya siswa bisa ditemui di workshop sekolah Jalan Purwodadi, Sidomulyo.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan Nerwati, tidak sulit membuat pakaian dari sampah tersebut. Plastik yang sudah tidak terpakai, dicuci bersih. Plastik yang memiliki pola sama, disatukan menggunakan mesin jahit biasa layaknya menyatukan kain. Ukuran penyatuan ini disesuaikan dengan kebutuhan bahan. Ketika dikembangkan, lembaran plastik memiliki bentuk layaknya helaian kain yang hendak digunting. Setelah bahan tersedia, siswa langsung mengunting sesuai pola yang diinginkan. Selanjutnya, setiap pola disatukan seperti menjahit bahan kain.

"Cara pembuatannya tidak berbeda dengan bahan kain. Cuma, karena plastik ini ukurannya kecil, kemudian disatukan sehingga ukurannya besar seukuran bahan kain," ujarnya pada Tribun, Jumat (27/9).

Membuat busana dari bahan daur ulang ini, lanjut Nerwati, sudah menjadi bagian dari mata pelajaran siswa. Disamping menggunakan kain sebagai pelajaran utama, siswa juga diajarkan menggunakan plastik untuk memunculkan kreativitas diantara siswa. Penilaian sudah dilakukan sejak persiapan bahan tersebut.

Setiap semester, tidak kurang dari 30 busana bisa dihasilkan siswa. Tidak saja memproduksi, karya siswa ini juga sering dipamerkan serta ikut fashion show.

Untuk mendapatkan bahan sesuai keinginan, awal semester siswa sudah diajak mengumpulkan sampah plastik. Setiap siswa memiliki tabungan sampah plastik sendiri.

Agar pakaian dari sampah ini nyaman dipakai, lanjut Ketua Jurusan Busana Butik Fatmayeni, sisi dalam dipasang puring. Puring menghindari kontak langsung plastik dengan kulit. Setiap siswa mampu membuat satu paket busana berupa baju, celana atau rok hingga topi dan tas.

Bahan yang digunakan untuk busana ini juga disesuikan kebutuhan. Bila membuat celana atau rok, digunakan sampah plastik cukup tebal. Sebaliknya bila pakaian dan gaun, gunakan yang tipis sehingga mudah mengembang.

Proses pembuatannya juga berlangsung selama jam sekolah. Mulai dari penguntingan pola hingga berwujud baju jadi, dilakukan di sekolah. Menjadi tantangan saat ini, lanjut Fatmayeni mengupayakan agar merek ataupun warna yang terdapat pada pemukaan sampah bisa diminimalisir. Dengan demikian, ketika dijual, merek sebuah produk tidak begitu kelihatan. Selain itu, pihaknya juga terus mengupayakan agar busana dari sampah plastik ini lebih nyaman digunakan. (*)


Anda sedang membaca artikel tentang

SMKN 4 Pekanbaru Hasilkan Busana Dari Limbah

Dengan url

http://pakanbarupos.blogspot.com/2013/09/smkn-4-pekanbaru-hasilkan-busana-dari.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

SMKN 4 Pekanbaru Hasilkan Busana Dari Limbah

namun jangan lupa untuk meletakkan link

SMKN 4 Pekanbaru Hasilkan Busana Dari Limbah

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger